Berita Lifestyle

dr. Hendrikus Gede Surya Adhi Putra: Lebih Dekat Mengenal Nyeri

Nyeri merupakan suatu sensasi yang tidak menyenangkan, yang dirasakan ketika kita mengalami cidera.

dokumentasi pribadi
dr. Hendrikus Gede Surya Adhi Putra 

Nyeri kronis merupakan nyeri yang berlangsung berbulan-bulan, hingga menahun. Kondisi dasar yang paling umum diantaranya osteoarthritis, artritis rheumatoid, migraine, tendinitis, dan carpal tunnel syndrome. Nyeri kronis berbeda dari nyeri akut.
Berdasarkan definisi, nyeri kronis adalah nyeri yang berlangsung selama lebih dari 3 bulan.

Sistem saraf kita menerima sinyal rasa sakit dan nyeri yang konstan dari tubuh selama berbulan-bulan dan bahkan beberapa tahun.

Kadang-kadang, rasa nyeri mempengaruhi kebiasaan gaya hidup, yang menyebabkan insomnia atau kualitas tidur yang buruk, lekas marah, depresi, perubahan mood, kecemasan, kelelahan, dan kehilangan minat dalam kegiatan sehari-hari.

Dengan kondisi pikiran dan tubuh saling terkait, pengobatan untuk nyeri melibatkan kontrol baik dari segi fisik penyakit tersebut maupun aspek psikologis dari kondisi tersebut.

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Indosiar Arema FC vs Semen Padang Liga 1 2019, Skor Sementara 0-0

Penanganan Nyeri Kronis
Penanganan nyeri bertujuan untuk meringankan rasa sakit dan memperbaiki fungsi, sehingga individu yang merasakan nyeri dapat melanjutkan kegiatan sehari-hari.

Obat-obatan seperti penghilang rasa sakit dan obat nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID), parasetamol, kortikosteroid, dan antikonvulsan merupakan modalitas yang cukup umum digunakan sebagai antinyeri. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menggunakannya dengan bijak. Beberapa parameter laboratorium harus dipantau, mengingat penggunaannya dalam dosis yang pastinya berbeda, dan durasi penggunaannya yang mungkin tidak sebentar.

Dasar dari penanganan nyeri adalah mencaritahu, mengenali, dan menangani penyebabnya, tidak sekedar menekan nyeri sementara.

Faktor psikologis turut berperan didalamnya, dan mengenali situasi psikologis di kala nyeri akan lebih maksimal tertangani oleh praktisi yang sesuai.

Bupati Sumba Barat Daya Peringatkan ASN Selektif Gunakan Medsos

Terapi non-medikamentosa lain, mencakup akupunktur, stimulasi listrik, blok saraf, atau operasi, psikoterapi, terapi relaksasi, dan modifikasi perilaku. Pengobatan komplementer atau alternatif/complementary or alternative medicine (CAM) bersama dengan tai chi, akupuntur, meditasi, terapi pijat, dan perawatan serupa juga dapat menjadi pilihan.

Berlatih perawatan diri seperti meditasi, memastikan tidur dalam durasi dan kualitas yang baik, tetap aktif dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan keluarga juga mendukung individu untuk menangani rasa nyerinya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved