Mobil Fuso dan Honda Supra "Adu Batokk" Dua Korban Luka Berat, Kornologis

Kasus lakalantas kembali terjadi di Jalan Timor Raya tepatnya di kilometer 58-59 di Desa Oesusu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.

Mobil Fuso dan Honda Supra
Ket foto : Edi Hayong
Kasatlantas Polres Kupang, Ahmad Wiratma. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I BABAU---Kasus lakalantas kembali terjadi di Jalan Timor Raya tepatnya di kilometer 58-59 di Desa Oesusu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.

Lakalantas  melibatkan kendaraan roda dua dengan roda enam, Sabtu (26/10/2019) Pukul 13.00 wita ini tidak ada korban jiwa meninggal dunia tetapi dua orang korban menderita luka berat. Kerugian material mencapai Rp 2 juta.

Kasat Lantas Polres Kupang, Iptu Ahmad Wiratma, S.Ik menyampaikan hal ini kepada POS KUPANG.COM, Minggu (27/10/2019).

Mucikari Jadi Tersangka, Putri Pariwisata PA Tunggu Orangtua Jemput dan Pernyataan Pihak Hotel

Ahmad menuturkan, dari laporan yang diterima dari anggota yang turun ke lokasi kejadian, lakalantas itu melibatkan kendaraan roda dua dan roda enam di  Desa Oesusu, Takari, Kabupaten Kupang.

Kasusnya berawal dari sepeda motor Honda Supra Fit DH 3182 ZA yang di kendarai Feri Babu yang pada saat itu membawa seorang penumpang yakni Yeskial Babu yang merupakan ayah kandungnya.

Keduanya bergerak dari arah Kupang menuju Takari dan pada saat tiba di TKP yang terdapat belokan ke kiri jika di lihat dari arah Kupang. Saat bersamaan terdapat sebuah Mobil Fuso DH 9785 AC yang di kemudikan Yeremias Sius Neno  yang bermuatan pasir.

Pada saat di tikungan tersebut sepeda motor bergerak melebar ke kanan jalan sehingga menabrak roda depan sebelah kanan dari mobil Fuso tersebut. Dalam kejadian ini, pengendara dan penumpang honda supra fit mengalami luka berat.

Apa Kata Bobotoh? Kecewa Persib Tak Main di Bandung, Doakan Kapolda Jabar !

Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Kupang, Iptu Ahmad Wiratma, S.Ik menegaskan, saat ini tengah dilaksanakan  kegiatan Operasi Zebra Turangga 2019 berlangsung mulai tanggal 23 Oktober 2019-4 november 2019.

Dalam operasi ini ada 8 obyek sasaran. Obyek sasaran operasi yakni, pengendara yang tidak menggunakan helm standar, pengendara kendaraan roda empat yang tidak menggunakan safety belt, pengendara melebihi kapasitas kecepatan.

Juga pengemudi yang mengendarai kendaraan dalam pengaruh alkohol, menggunakan HP saat mengemudi, pengendara dibawa umur, melawan arus, kendaraan yang menggunakan lampu strobo, rotator dan sirine, surat kelengkapan kendaraan.(*)

 

 
 

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved