TERUNGKAP! Ini Alasan Kuat Jokowi Mati-matian Pilih dr. Terawan Jadi Menkes, Padahal Ditolak IDI

TERUNGKAP! Ini Alasan Kuat Jokowi Mati-matian Pilih dr. Terawan Jadi Menkes, Padahal Ditolak IDI

Editor: maria anitoda
Warta Kota/Cek n Ricek
TERUNGKAP! Ini Alasan Kuat Jokowi Mati-matian Pilih dr. Terawan Jadi Menkes, Padahal Ditolak IDI 

TERUNGKAP! Ini Alasan Kuat Jokowi Mati-matian Pilih dr. Terawan Jadi Menkes, Padahal Ditolak IDI

POS-KUPANG.COM - TERUNGKAP! Ini Alasan Kuat Jokowi Mati-matian Pilih dr. Terawan Jadi Menkes, Padahal Ditolak IDI

Presiden Joko Widodo menjelaskan alasannya memilih dokter Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan meski tahu mantan Kepala RSPAD Gatot Subroto itu pernah diberi sanksi pelanggaran etik kedokteran.

Menurut Jokowi, sosok Terawan memenuhi kriteria sebagai menteri kesehatan, yaitu berpengalaman dalam manajemen anggaran dan personalia di sebuah lembaga.

Sang Istri Jadi Anggota DPR RI, Raul Lemos Tulis Pesan Soal Perselingkuhan, Sindir Krisdayanti?

KABAR BURUK! Prabowo dan Wishnutama Dilantik Jadi Menteri, Presiden Jokowi Alami Hal ini

Artis Luna Maya Punya Kebiasaan Ini Meski Aneh Tapi Patut Ditiru Pantas Reino Barack Klepek-klepek

"Saya lihat dokter Terawan dalam mengelola RSPAD memiliki kemampuan itu. Beliau juga ketua dokter militer dunia. Artinya pengalaman track record tidak diragukan," kata Jokowi dalam dialog bersama awak media di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Selain berpengalaman dalam manajemen, Terawan dinilai mampu menangani bencana endemik.

Hal ini menjadi pertimbangan karena wilayah Indonesia yang rawan bencana juga tak terlepas dari ancaman penyakit endemik.

Menurut Jokowi, Terawan juga memiliki orientasi preventif atau pencegahan. "Itu yang dititikberatkan.

Artinya berkaitan dengan pola hidup sehat, pola makan sehat, bukan titik berat pada mengurusi yang sakit. Jadi membuat rakyat kita sehat," ujar dia.

Terawan pernah berkonflik dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait metode penyembuhannya yang tak biasa.

Ia memiliki metode "cuci otak" untuk mengobati penyakit.

Beberapa tokoh nasional yang sudah merasakan metode tersebut dan memberikan testimoni yang baik.

Namun, ID menganggap metode digital subtraction angiography (DSA) itu belum teruji secara klinis.

Saat itu, Terawan dikenakan sanksi pemecatan sementara.

Namun, kemudian IDI mengkaji ulang sanksi tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved