Simak Tiga Fase Sinergitas Program Bank NTT dan Pemprov NTT

Dalam upaya meningkatkan volume bisnis dan khususnya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat NTT di tahun 2019 maka bank NTT telah menetapkan sejumla

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dalam upaya meningkatkan volume bisnis dan khususnya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat NTT di tahun 2019 maka bank NTT telah menetapkan sejumlah langkah strategis, diantaranya revitalisasi penguatan struktur dana, penyaluran kredit dan perbaikan kualitas kredit, penguatan stabilitas likuiditas bank, peningkatan profit bagi bank dan penataan tata kelola.

Humas BPD NTT, Jumat (25/10/2019), menyampaikan sinergitas program Bank NTT dengan program pemerintah provinsi NTT berupa Roadmap Strategi mencapai NTT Bangkit dan NTT Sejahtera yaitu dengan tiga fase.

Fase 1 tahun 2019 sampai tahun 2020, yakni membangun fondasi, UMKM, industrialisasi dan infrastruktur dengan melakukan pemetaan aset ekonomi rakyat di bidang peternakan, pertanian, perikanan kerajinan rakyat dan pariwisata.

Pembiayaan industri sektor unggulan daerah seperti industri pengolahan ternak (sapi, babi), industri pengolahan jagung, ubi (pati jagung/cornstarch) yang merupakan bahan baku utama bihun masih 100% import), industri pengolahan hasil perikanan, industri pariwisata, properti : kos, homestay, perdagangan : supermarket, minimarket dan pasar modern kemudian media.

Fase 2 tahun 2021 hinggq 2020. Fase inj ialah fase pertumbuhan berbasis sektor pertanian, perikanan dan pariwisata yaitu
Satu, kredit bank NTT yang dibagi menjadi dua bagian yaitu kredit infrastruktur daerah dan kredit industrialisasi daerah.

Dua, pinjaman daerah sesuai dengan PMK 56 tahun 2018 yang meliputi pembiayaan infrastruktur, pembiayaan potensi daerah, pembiayaan industri daerah, pembiayaan UMKM dan lain-lain.

Tiga, skema pembiayaan, seperti stimulasi pemerintah daerah melalui penempatan giro pemerintah di bank NTT sejumlah Rp 200 miliar. Dana tersebut dijadikan sebagai cash collateral atas pinjaman yang diberikan untuk pembiayaan infrastruktur daerah UKM dan industrialisasi semua tenaga kerja yang mendapat pinjaman akan dicover dengan jaminan tenaga kerja pada BPJS TK

Fase 3 mulai 2022 hingga 2024 yaitu fase kesejahteraan masyarakat. Dengan pembiayaan melalui kredit bank NTT maka secara tidak langsung bank NTT selaku penyedia modal dapat memberdayakan masyarakat NTT mencapai kehidupan yang lebih layak dengan mengoptimalkan potensi alam di daerah masing-masing

"Atas berbagai kemajuan dan prestasi yang telah diraih hingga saat ini dewan komisaris direksi dan segenap karyawan karyawati bank NTT mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemegang saham regulator dan nasabah bank NTT atas dukungan dan kepercayaan kepada bank NTT, selanjutnya kami mohon dukungannya untuk bank NTT dalam mewujudkan visi dan misi bank NTT di tahun 2019 sebagai bank milik masyarakat NTT," kata Humas BPD NTT.

Hari ini digelar RUPS Luar Biasa Bank NTT. RUPS ini dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat sebagai Pemegang Saham Pengendali.
Sampai saat ini RUPS yang diikuti oleh para Bupati tengah berlangsung di lantai V Bank NTT Pusat.(*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved