News

Pimpinan DPRD TTS Tolak Tawaran Bupati Epy Tahun Tempati Rumah Jabatan Pengganti, Ini Alasannya

Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau, dan Wakil Ketua, Religius Usfunan, menolak menempati rumah jabatan (rujab) pengganti yang disediakan pemda setempat.

Pimpinan DPRD TTS Tolak Tawaran Bupati Epy Tahun Tempati Rumah Jabatan Pengganti, Ini Alasannya
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Salah satu Rujab pimpinan DPRD Kabupaten TTS 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau, dan Wakil Ketua, Religius Usfunan, menolak menempati rumah jabatan (rujab) pengganti yang disediakan pemda setempat.

Keduanya kompak mendorong pemda secepatnya menyelesaikan persoalan pembayaran pekerjaan rehab rujab pimpinan DPRD TTS agar segera digunakan.

Usfunan mengatakan, apa yang dilakukan Pemda TTS dengan mengalihkan rujab pimpinan DPRD TTS merupakan hal yang tidak perlu. Pemda TTS seharusnya segera menyelesaikan persoalan pembayaran rehab rujab pimpinan sehingga rujab yang sudah rampung dikerjakan bisa dimanfaatkan.

Usfunan menegaskan tidak menempati rujab pengganti dan tinggal di rumah pribadi. "Kalau bukan di rujab, saya tidak mau tempati. Lebih baik saya tinggal di rumah pribadi saja. Pemda seharusnya secepatnya menyelesaikan polemik pembayaran pekerjaan rehab rujab pimpinan DPRD TTS agar segera dimanfaatkan bukannya menyediakan rujab pengganti," ujar Usfunan di gedung DPRD TTS, Rabu (23/10/2019).

Hal senada diungkapkan Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau. Dengan tegas Marcu menolak menempati rujab Pengganti. Ia hanya mau menempati rujab pimpinan DPRD TTS yang telah selesai direhab. Jika tidak, ia memilih menempati rumah pribadinya di SoE.

"Kalau tidak difasilitasi pun (rujab) tugas saya sebagai ketua DPRD TTS tetap jalan. Kalau disuruh menempati rujab pengganti, saya tidak mau, lebih baik saya tinggal di rumah pribadi saya. Saya berharap Pemda TTS segera menyelesaikan masalah rujab pimpinan DPRD TTS sehingga secepatnya ditempati. Kasihan sudah selesai dibangun dengan uang rakyat lalu dibiarkan mubazir tidak ditempati," tegas Marcu.

Dibawa ke Pengadilan

Inspektorat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) telah selesai mengambil keterangan para pihak terkait dalam pekerjaan rehab rumah jabatan (rujab) pimpinan DPRD setempat yang selama ini berpolemik.

Hasilnya telah direkomendasikan kepada Bupati TTS, Egusem Piether Tahun, agar sisa pekerjaan tersebut tidak dibayarkan karena dokumen administrasi pendukung tidak ada.

"Inspektorat TTS melaporkan selama ini administrasi pekerjaan rehab rujab pimpinan DPRD TTS tidak diperhatikan dengan baik sehingga timbul masalah ketika dilakukan pembayaran.
Karena tak bisa diselesaikan secara normal, Inspektorat TTS menyarankan dibawa ke pengadilan. Kita akan minta rekanan melapor ke pengadilan untuk diselesaikan. Nantinya, pengadilan memanggil semua pihak terkait menyelesaikan, termasuk menentukan nilai yang akan dibayarkan," ungkap Bupati Epy Tahun di SD GMIT Nifukani, Selasa (22/10/2019).

Bupati Epy Tahun akan mengalihkan sementara rujab pimpinan DPRD TTS ke bangunan yang representatif yaitu kantor PMD lama dan dua rumah rens.

"Bangunannya representatif untuk menjadi rujab pimpinan DPRD TTS sementara waktu. Kita segera bersihkan dan isi perabotanya. Kalau tidak ada masalah, minggu ini sudah bisa ditempati," ujarnya. *

Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved