NTT Terus Bumikan Pancasila

Provinsi Provinsi (Pemprov) NTT terus membumikan Pancasila di bumi Flobamora. Upaya itu, selain dilakukan pemerintah, juga ol

NTT Terus Bumikan Pancasila
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Plt. Kepala BPIP ,Prof. Hariyono menyampaikan sambutan dan membuka acara dialog Pentahelix 5 stakeholder di Aula Hotel Sylvia, Jumat (25/10/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - Provinsi Provinsi (Pemprov) NTT terus membumikan Pancasila di bumi Flobamora. Upaya itu, selain dilakukan pemerintah, juga oleh seluruh stakeholder di NTT.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kesbangpol NTT, Johanna E. Lisapaly,SmH, M.Si pada acara dialog Pentahelix 5 stakeholder ,pemerintah, swasta ,perguruan tinggi,media dan ormas.
Acara ini berlangsung di Aula Hotel Sylvia ,Jumat (25/10/2019).

Dialog yang dibuka oleh Plt. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Hariyono ini dengan tema gotong royong membumikan Pancasila.

Tampil sebagai moderator Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama BPIP, Elfrida Herawati Siregar. Hadir, tokoh masyarakat, Perguruan Tinggi, Polri, Kejaksaan, pimpinan parpol. Nampak hadir, Ketua DPD Partai Gerindra NTT, Ir. Esthon L Foenay,M.Si, Ketua Komisi Informasi Provinsi NTT, Pius Rengka, Kepala Kesbangpol Kota Kupang, Noce Loa dan undangan lainnya.

Hadir pula Syaf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Dr. Lia Kian dan Iman Hasiholan Sirait.
Kegiatan ini digelar oleh BPIP.

Menurut Lisapaly, Pancasila lahir di Kota Ende,NTT dan itulah sebagai potensi kekuatan masyarakat NTT.
"Karena itu, NTT berada di garda depan dalam membumikan Pancasila. NTT juga dalam suasana aman terjaga, karena pemimpin di daerah ini duduk bersama selalu ada komunikasi, baik digelar oleh pemerintah maupun inisatif dari tokoh agama," kata Johanna.

Johanna mengatakan, ada dua hal yang harus dilakukan yakni, pertama adalah perjumpaan harus terus dilakukan dan kedua adalah pewarisan

Seorang Kepala Bidang dan Pegawai Honorer di Kupang Selingkuh, Pasrah Digelandang ke Kantor Polisi

"Kita harus wariskan ke generasi-genarasi penerus. Ini dilakukan melalui forum-forum yang terbentuk, stakeholder dan lain sebagainya," katanya.

Plt. Kepala BPIP , Prof. Hariyono mengatakan, SDM di NTT luar biasa, bahkan ada tokoh terdahulu seperti Prof. Herman Johannes, Prof. WZ. Johannes dan lainnya.

"BPIP ingin menjadikan Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa ,tapi tidak cukup bersatu tapi harus maju dalam toleransi.
Problem yang menarik di NTT bisa diangkat bersama," kata Haryono.
Dikatakan, Pancasila tidak bisa diamanlkan secara maksimal apabila tanpa iptek.

"Pancasila sumber inspirasi dan kreasi, maka akan muncul prestasi di NTT," katanya.
Ketua Komisi Informasi Provinsi NTT, Pius Rengka mengatakan, bagaimana soal nasib nilai-nilai, yakni nilai -nilai yang hidup atau yang dipraktikan dalam kehisupan sehari-hari dan kedua asalah nilai-nilai ideal yang dicita-citakan

Menurut Pius, ada pertarungan nilai, budaya populer, budaya agama, negara dan Pancasila. "Nilai -nilai ini dihadapkan pada pilihan individu yang disebarkan melalui media televisi ,media sosial," ujarnya.*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved