Jhon Pelt Sebut Ormas LSM dan Yayasan Mitra Pembangunan Pemerintah Bangun Kota Kupang

Kata Jhon Pelt Sebut Ormas LSM dan yayasan Mitra Pembangunan Pemerintah Bangun Kota Kupang

Jhon Pelt Sebut Ormas LSM dan Yayasan Mitra Pembangunan Pemerintah Bangun Kota Kupang
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Suasana sosialisasi Ormas, LSM dan Yayasan di Aula Sasando Kantor Wali Kota Kupang, Selasa (22/10/2019). 

Kata Jhon Pelt Sebut Ormas LSM dan yayasan Mitra Pembangunan Pemerintah Bangun Kota Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kupang menggelar kegiatan Sosialisasi Keberadaan Organisasi Masyarakat ( Ormas), Yayasan dan Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) Bagi Masyarakat.

Sosialisasi bertajuk "Kita Tingkatkan Sinergitas Organisasi Masyarakat, Yayasan dan Lembaga Swadaya Masyarakat dengan Pemerintah Daerah" tersebut berlangsung di Aula Sasando Kantor Wali Kota Kupang, Selasa (22/10/2019).

Science Film Festival SMAK Frateran Maumere 2019 Buka Kemudahan Pelajar di Sikka

Kegiatan dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ir. Eduard John Pelt, didampingi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kupang, Noce Nus Loa, SH, M.Si.

Sosialisasi diikuti oleh 100 orang peserta, terdiri dari 34 orang pengurus Ormas, Yayasan dan LSM, 50 orang tokoh masyarakat, 8 orang tokoh agama dan 8 orang tokoh pemuda.

Narasumber antara lain Hengky Ndolu, SH, M.Hum (Kepala Lembaga Pengabdian UKAW Kupang), Filmon M. Polin, SH, MH (Dosen Fakultas Hukum UKAW Kupang), dan Noce Nus Loa, SH, M.Si (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kupang).

Tanpa Busana, Tenaga Honorer di Kota Kupang Dipergok Suami Sedang Selingkuh di Kamar Hotel

Eduard John Pelt dalam sambutannya mengatakan, ormas, yayasan dan LSM merupakan komponen pembangunan dan mitra bagi pemerintah Kota Kupang dalam melaksanakan pembangunan, pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Partisipasi dari komponen masyarakat sangat penting selain untuk berkreatif, menjadi instrument, dan merupakan sumber-sumber inovatif bagi pemerintah," jelasnya.

Menurutnya, dinamika pembangunan dan pertumbuhan ormas, yayasan dan LSM begitu pesatnya bahkan bisa mengalahkan kecepatan dan pesatnya pembentukan regulasi.

Dikatakannya, pengetahuan dan teknologi berkembang lebih cepat daripada regulasi yang disiapkan untuk mengawal dan mengatur pelaksanaan kegiatan itu sendiri sehingga dapat menimbulkan permasalahan, ketidaksesuaian maupun pertentangan di dalam masyarakat terutama dengan pemerintah itu sendiri.

Halaman
12
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved