DPRD NTT Sesalkan Radikalisme Masuk Kampus

Anggota Komisi V DPRD NTT, Emanuel Kolfidus mengatakan, DPRD sangat menyesalkan jika kampus atau perguruan tinggi

DPRD NTT Sesalkan Radikalisme Masuk Kampus
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Politisi PDIP Emanuel Kolfidus 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Anggota Komisi V DPRD NTT, Emanuel Kolfidus mengatakan, DPRD sangat menyesalkan jika kampus atau perguruan tinggi telah terkontaminasi dengan paham-paham radikalisme.

Mestinya kampus kampus jauh dari anasir - anasir radikalisme. Emanuel menyampaikan hal ini, Jumat (25/10/2019).

Menurut Emanuel, jika kampus sebagai komunitas intelektual sudah disusupi oleh radikalisme maka itu merupakan sesuatu yang sangat memrihatinkan.

Panitia Pesparani Kota Kupang Bertemu Wali Kota Bahas Progres Pesparani 2019

"Saya kira kampus itu kumpulan orang-orang intelektual, karena itu kalau ada radikalisme, kami cukup sesalkan," kata Emanuel.

Politisi PDIP NTT ini menjelaskan, kondisi ini merupakan sesuatu hal yang sangat memprihatinkan, apalagi komunitas kampus sebagai generasi penerus dan tonggak intelektual serta peradaban bangsa.

Jhon Pelt Sebut Ormas LSM dan Yayasan Mitra Pembangunan Pemerintah Bangun Kota Kupang

Hal ini juga, lanjutnya menunjukkan, jika otonomi kampus, otonomi perguruan tinggi jangan sampai mutlak, tetap harus mendapat kontrol dari negara dan masyarakat.

"Ini tentu menjadi tantangan tersendiri untuk Presiden, Menteri Pendidikan bahkan rakyat Indonesia untuk secara radikal pula memerlukan kebijakan kebijakan yang segera meminimalisir semakin berkembangnya paham paham radikal di dunia Perguruan Tinggi," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved