Kemarau Panjang di Sikka Warga Alami Krisis Air Bersih, BPBD Kewalahan Suplai Air

Akibat Kemarau panjang di Sikka warga alami krisis air bersih, BPBD kewalahan suplai air bersih

POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Warga Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete, 25 Km arah timur Kota Maumere, Pulau Flores, Rabu (23/10/2019) siang antri menunggu giliran pembagian air bersih bantuan mobil tangki Polres Sikka. 

Akibat Kemarau panjang di Sikka warga alami krisis air bersih, BPBD kewalahan suplai air bersih

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Kemarau yang masih berkepanjangan mendatangkan krisis air bersih yang hampir merata di semua wilayah Kabupaten Sikka, Pulau Flores. Saat ini mencapai puncak kesulitan air bersih.

"Hampir semua desa di Sikka mengalami kesulitan air besih. BPBD Sikka salurkan 645 tangki air sejak bulan Agustus sampai jelang akhir Oktober 2019," kata Kepala BPBD Sikka, Muhammad Daeng Bakir, kepada pos-kupang.com, Kamis (24/10/2019) di Maumere.

Peringati Hari Pangan Sedunia, Fakultas Pertanian Unimor Gelar Aneka Kegiatan

Daeng Bakir menjelaskan, dari awal sampai akhir bulan Agustus 2019 disalurkan 354 tangki air senilai Rp 170 juta.

Selanjutnya tahap kedua dimulai awal September sampai jelang akhir Oktober disalurkan 300 tangki.

"Tahap kedua, kami sudah salurkan 200 lebih tangki. Total dana tahap pertama dan kedua sekitar Rp 340 juta," kata Daeng Bakir.

Dinas P2PA NTT Dorong OPD Harus Responsif Gender Lewat Forum PPRG

Daeng Bakir, mengakui permintaan bantuan air bersih dari masyarakat desa-desa di Sikka semakin tinggi dalam bulan Oktober membuat BPBD Sikka kewalahan melayaninya.

BPBD Sikka, kata Daeng, hanya memiliki satu mobil tangki dan menyewa tambahan dua mobol tangki menyuplai air ke desa-desa yang kekurangan air bersih. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved