Liga 1 2019

Hasil Bhayangkara FC vs Persib Bandung, Maung Bandung Kurang Greget, Lawan Mainkan Pohon Natal

Tim Persib Bandung gagal meraih kemenangan melawan Bhayangkara FC di putaran 24 Liga 1 2019, Rabu (23/10/2019).

Editor: Agustinus Sape
deni denaswara/tribun jabar
Gelandang Persib Bandung Hariono (biru) berebut bola dengan pemain Bhayangkara FC, Bruno Matos dalam pertandingan Liga 1 2019, Rabu (23/10/2019). Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Hasil Bhayangkara FC vs Persib Bandung, Maung Kesulitan Gara-gara Lawan Mainkan Pohon Natal, https://jabar.tribunnews.com/2019/10/23/hasil-bhayangkara-fc-vs-persib-bandung-maung-kesulitan-gara-gara-lawan-mainkan-pohon-natal?page=2. Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha Editor: Ravianto 

Hasil Bhayangkara FC vs Persib Bandung, Maung BandungKurang Greget, Lawan Mainkan Pohon Natal

POS-KUPANG.COM - Tim Persib Bandung gagal meraih kemenangan melawan Bhayangkara FC di putaran 24 Liga 1 2019, Rabu (23/10/2019).

Tim Persib Bandung ditahan imbang oleh Bhayangkara FC dengan skor 0-0 di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (23/10/2018).

Pada putaran pertama, Maung Bandung takluk oleh Bhayangkara FC di Stadion Si Jalak Harupat, 30 Juni 2019, dengan skor 1-2.

Dengan hasil imbang ini, posisi kedua tim di klasemen sementara Liga 1 2019 tidak berubah. Bhayangkara FC bertahan di posisi 10 dengan 28 poin, sementara Persib Bandung tak beranjak dari posisi 11 dengan poin yang sama.

Pada pertandingan malam kemarin, kedua tim terlihat kesulitan untuk menciptakan peluang maupun mencetak gol.

Baik Persib Bandung maupun Bhayangkara FC tak mampu mengembangkan permainan dengan sempura.

"Kami memulai laga di 20 menit awal dengan sangat baik dan setelah itu sayangnya kami mulai memberikan ruang bagi lawan cukup banyak dan membiarkan Bhayangkara FC untuk menyerang kami. Mereka mempunyai beberapa peluang dari tendangan bebas dan itu cukup membuat kami kerepotan," ujar pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts, saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion PTIK, Jakarta, kemarin.

Memasuki babak kedua, Robert Alberts menilai bahwa tempo permainan kedua tim mengalami peningkatan. Ini terbukti dari beberapa peluang yang didapat timnya maupun Bhayangkara FC.

Meski saling menyerang, menurut mantan pelatih PSM Makassar ini, imbang merupakan hasil yang adil bagi kedua kesebelasan.

Persib sendiri sebenarnya memiliki banyak peluang yang sehaursnya bisa dikonversikan menjadi gol.

Ketidakhadiran Ezechiel NDouassel di lini depan Persib memang sedikit berpengaruh dalam efektifitas memanfaatkan peluang yang didapat.

"Di babak kedua ada beberapa kesempatan tapi kami tidak memiliki striker murni karena tidak memainkan Ezechiel. Jadi kami harus bekerja dengan pemain yang ada di tim. Dia tidak seratus persen fit setelah membela timnasnya di Afrika untuk bermain di laga kualifikasi. Dia ada masalah di bagian kunci pahanya dan setelah bermain di laga sebelumnya (melawan Persebaya) tidak pulih dengan baik. Jadi kami tidak ingin mengambil resiko," katanya.

Selain itu, Robert Alberts memiliki alasan untuk memainkan startegi false nine saat menghadapi Bhayangkara FC.

Bermain dengan Kevin Van Kippersluis dan Esteban Vizcarra diujung tombak Persib mencoba untuk memaksimalkan permainan sayap yang dihuni Febri Hariyadi dan Frets Butuan sebelum digantikan Erwin Ramdani di babak kedua.

"Kami memiliki kualitas dua pemain winger yang bagus dan rencanaya kami membuka pertahahan lawan lewat kedua sayap. Tapi sistem bermain Bhayangkara membentuk 'pohon natal' (maksudnya formasi 4-3-2-1) yang membuat banyak pemain di belakang bola, bisa ada 7 hingga 9 pemain saat bertahan dan itu membuat kami sangat kesulitan mencoba menembus dari tengah," katanya.

"Karena selalu ada banyak pemain lawan di depan kotak penalti. Itu yang menjadi alasan kami mencoba menembus pertahanan dari flank lewat kecepatan dari pemain kami. Tapi itu juga tidak terlalu berjalan hari ini dan itu pastinya membuat situasi lebih sulit untuk striker."

Dari kubu tuan rumah, Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, cukup kecewa dengan penampilan anak asuhnya dilaga kontra Persib.

Menurutnya, Bruno Matos dkk gagal menampilkan permainan terbaiknya di pertandingan kemarin.

"Saya sangat tidak senang dengan hasil ini. Ekspektasi semua orang (pemain, suporter, dan manajemen) kepada kami adalah meraih kemenangan dan mencatatkan cleansheet. Kami memang bisa mencatatkan cleansheet, kami bisa membentuk pertahanan yang solid dan menyulitkan Persib. Dalam pertandingan ini, mereka hanya memiliki satu peluang bersih. Tetapi sayangnya, kami tidak bisa mencetak gol. Padahal dalam pertandingan ini kami bisa menciptakan banyak peluang, ada satu terkena mistar gawang, dan digagalkan oleh kiper, dan ada satu atau dua peluang bagus lainnya yang kami miliki tapi gagal menjadi gol. Tetapi kami menginginkan kemenangan, secara keseluruhan kami kecewa dengan hasil ini. Rasanya, seperti kalah," katanya.

Paul Munster tampaknya tak senang dengan apa yang dilakukan oleh pemain depannya. Menurutnya, Bhayangkara FC gagal mengulang apa yang dilakukan saat mengalahkan Tira Persikabo.

"Situasinya sama. Lawan Tira-Persikabo kami bisa cetak lima, enam, tujuh gol. Hanya saja, ketika lawan Tira-Persikabo kami hanya bisa konversikan dua peluang menjadi gol. Sementara pada pertandingan hari ini, tidak ada satupun yang bisa menjadi gol," ucapnya.

Analisis Mantan Pemain Persib, Sutiono Lamso

Secara umum kalau saya melihat tadi pertandingan cukup imbang, cuma Persib tadi kurang gereget mainnya, mungkin karena tidak ada striker murni jadi ketajamannya di lini depan menjadi kurang, harusnyakan ada Ezechiel NDouassel.

Di pertadingan tadi, Kevin van Kippersluis lebih fokus di depan, tapi Kevin itu bermainnya lebih melebar jadi saya bingung siapa ini yang di depan.

Tidak jelas, apakah Esteban Vizcarra, atau Febri juga tadi masuk, karena tidak jelas, jadi tidak ada peluang yang membahayakan.

Di tengah juga gelandangnya lebih bertahan, mungkin karena ini main tandang jadi Persib ingin mengamankan poin, karena kalau tandang mendapat hasil imbang juga sudah cukup, karena biasanya bermain tandang suka lebih berat.

Makanya tadi Persib fokus ke bertahan dan bermian lebih aman, untuk penyerangannya tadi kurang, Kevin sama Vizcarra yang main di depan juga tidak ada yang mengisi posisi sebagai stiker murni.

Untuk Kevin, saya dulu pernah bilang kalau dia itu hanya sebagai pengumpan, dia itu bukan striker murni, naluri gol sama speednya kurang, dia juga jarang melakukn duel dengan pemain belakang lawan, itu yang membuat Persib sulit menerobos di depan.

Babak kedua malah lebih ditekan, karena dengan ditariknya Kevin, jadi lebih sulit untuk melakukan penyerangan, Erwin Ramdani juga masuk itu menambah daya gedor Persib, tapi itu tidak dimbangi dengan pemain lain.

Sebenarnya, kalau Persib mencari kemenangan harusnya tidak memasang gelandang bertahan semua, tadi itu (kemarin) tiga gelandangnya semua bertahan, makanya tidak ada serangan. Hanya beberapa peluang hasil pergerakan individu Vizcarra dan Febri Haryadi.

Seharusnya, minimal ada satu pemain yang menjadi target man di depan, bisa fokus menyerang. Kalau tadikan Febri, Vizcarra dan Kevin hanya menunggu. Padahal, pemain lawan biasaa saja. Hanya beberapa yang berbahaya. Di belakang pun hanya satu pemain asing. Sebenarnya itu bisa diatasi pemain Persib.

Secara mental sebenarnya Persib ini sedang di atas, setelah menang dari Persebaya kemarin. Tapi mungkin karena keterbatasan pemain, itu mempengaruhi lini depan, karena tidak ada pemain yang bisa diandalkan di sebagai striker.

Di pertandingan selanjutnya mungkin kalau masih tidak ada striker kelihatan cara bermainnya akan sama, karena Persib tidak punya pemain pengganti Ezechiel. Kevin kalau saya perhatikan dia itu bukan striker murni, bisanya menyerang jarak jauh saja.

Sumber: jabartribunnews.com

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved