Kabinet Jokowi

PAN dan Demokrat Terpental dari Kabinet Jokowi,Tak Ada Nama Dalam Daftar Calon Menteri,Siap Oposisi?

Dari 15 nama calon menteri yang berasal dari Parpol, tak ada wakil dari PAN dan Demokrat. Seperti apa sikap politik dua parpol tersebut?

PAN dan Demokrat Terpental dari Kabinet Jokowi,Tak Ada Nama Dalam Daftar Calon Menteri,Siap Oposisi?
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo mengangkat ibu jari seusai bertemu Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Prabowo mengaku siap membantu di dalam pemerintahan pada periode tahun 2019-2024. 

Politisi Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo memberi keterangan sebelum meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Partai NasDem diperkirakan mendudukkan tiga kadernya di kabinet baru Jokowi. 

Tiga kader NasDem telah dipanggil Jokowi yakni Syahrul Yasin Limpo, Siti Nurbaya Bakar dan Johnny G Plate. 

Siti Nurbaya menyatakan kembali dipercaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Di kabinet sebelumnya, kader punya tiga wakil yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Jaksa Agung HM Prasetyo dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. 

4. Gerindra

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo mengangkat ibu jari seusai bertemu Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Prabowo mengaku siap membantu di dalam pemerintahan pada periode tahun 2019-2024.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo mengangkat ibu jari seusai bertemu Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Prabowo mengaku siap membantu di dalam pemerintahan pada periode tahun 2019-2024. (KOMPAS.com/ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Gerindra yang awalnya oposisi akhirnya bergabung dengan pemerintahan Jokowi. 

Ada dua wakil dari Gerindra yang sudah dipanggil Jokowi. 

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo menyatakan diminta Jokowi menjadi menteri di kabinet baru. 

Prabowo menyatakan dirinya bakal menjadi menteri di bidang pertahanan. 

Sementara posisi Edhy Prabowo akan langsung diumumkan oleh Jokowi pada Rabu (23/10/2019) besok. 

5. PPP

Suharso Manoarfa
Suharso Manoarfa (Tribunnews)

Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019).  (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Dari PPP, diketahui hanya satu wakil yang dipanggil Jokowi yakni Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa. 

Saat bertemu Jokowi, Suharso Monoarfa menyatakan berbicara tentang ekonomi secara umum, ketenagakerjaan, industri, riset teknologi, inovasi, dan lainnya.

Selain itu, ia juga diminta menyusun roadmap perencanaan ekonomi.

Suharso juga turut membahas pembentukan badan otoritas pemindahan ibu kota dengan Presiden.

"Besok akan dijelaskan (pos menteri apa)," kata Suharso, Selasa (22/10/2019), 

Demokrat Enggan Beri Komentar soal Penyusunan Kabinet

Partai Demokrat hingga kini belum memberikan pernyataannya mengenai penyusunan kabinet, oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Termasuk mengenai penunjukkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).

Tiga politisi Demokrat yang ditemui diparlemen, enggan berkomentar soal penyusunan menteri oleh Jokowi.

"Memang perlu ya di komentari, tidak perlu lah," ujar Ketua DPP Demokrat Benny K Harman.

Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman, di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (16/12/2015).
Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman, di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (16/12/2015). (KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

Benny K Harman ()
Begitu juga dengan Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan.

Menurutnya ia tidak mau berkomentar soal penyusunan kabinet yang sedang dilakukan Jokowi.

"Kalau itu saya no komen dulu," katanya sebelum masuk ke ruang rapat paripurna.

Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin juga enggan mengomentari penyusunan kabinet yang akan diumumkan Rabu esok itu, termasuk mengenai kemungkinan adanya calon menteri‎ dari Demokrat.

4 Calon Menteri Jokowi ini Pernah Diperiksa KPK Karena Tersandung Dugaan Korupsi, Siapa Saja Mereka?

"Kalau untuk yang lain boleh, untuk kabinet tidak dulu. Ke Pak Sekjen saja" katanya.

Beredar kabar Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) mengeluarkan instruksi kepada jajaran partainya untuk tidak berkomentar soal dinamika penyusunan kabinet, baik itu di media online, cetak, maupun televisi. Instruksi tersebut tersebut tertanggal 21 Oktober 2019.

PAN Akui Belum Ada Kader yang Dipanggil Jokowi

Ketua DPP Partai Amanat Nasional ( PAN) Yandri Susanto mengatakan, sampai hari ini belum ada kader PAN yang dipanggil Presiden Joko Widodo terkait kabinet kerja jilid 2 ke Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Tidak ada (kader yang dipanggil Presiden Joko Widodo)," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2019) dikutip dari Kompas.com.

Yandri Susanto
Yandri Susanto (Tribunnews)

Yandri Susanto (Chaerul Umam/Tribunnews.com)
Yandri mengatakan, penyusunan kabinet kerja jilid 2 merupakan hak prerogatif presiden.

PAN tidak menyodor-nyodorkan nama-nama kader untuk dipertimbangkan Jokowi sebagai menteri.

"Tapi kita sekali lagi itu hak prerogatif Pak Jokowi. Kita tidak mengajukan nama, tidak lobi-Lobi khusus, tidak," ujar dia.

Yandri mengatakan, PAN otomatis akan berada di luar pemerintah jika tidak ada kader yang masuk dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Kendati demikian, Yandri mengatakan, PAN akan tetap bekerja sama dengan pemerintah di parlemen dengan mengkritik kebijakan yang dianggap tidak tepat dan mendukung program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Apakah kami bekerja sama dengan Pak Jokowi? Iya, bekerja sama, bisa. Program-program Pak Jokowi yang bagus wajib kami dukung, tetapi kalau anggaran tidak tepat, kebijakan kurang pas itu kewajiban kami untuk menyatakan pembanding pendapat," kata dia.

(Tribunnews.com/Daryono) (Kompas.com/Haryanti Puspa Sari)

Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved