Padma Desak Kapolri Tindak Penganiaya Asisten Rumah Tangga Asal Manggarai Timur

Penganiayaan menimpa asisten rumah tangga, Afra Burga Ambol, asal Kampung Gurung, Desa Sita, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai

Padma Desak Kapolri Tindak Penganiaya Asisten Rumah Tangga Asal Manggarai Timur
Foto: Gabriel   Goa.
Gabriel   Goa. 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Penganiayaan  menimpa asisten rumah tangga,  Afra  Burga Ambol,  asal Kampung  Gurung,  Desa  Sita, Kecamatan Ranamese,  Kabupaten Manggarai  Timur, Pulau   Flores, menjadi  perhatian Pelayanan Advokasi  untuk  Keadilan  dan  Perdamaian  Indonesia (Padma) Indonesia.

“Kami  minta   Kapolri tindak tegas  dan  memproses  hukum  pelaku  dan  aktor intelektual   kekerasan  terhadap  pekerja  migran  asal  NTT,” kata  Direktur  Padma Indonesia,  Gabriel Goa,   menghubungi  pos-kupang.com,  Rabu  (23/10/2019).

Gabriel  menjelaskan, korban lolos  dari siksaan  majikan   Ferdi,  domisili di Jalan   Utama  Raya Nomor 33  Cengkareng, Jakarta Barat. 

Julie Sutrisno Mantan Caleg Suara Terbanyak Setelah Johnny Plate

Saat ini,  Afra  dirawat di  sebuah   RS di   Cengkareng menderita luka   parah di kepala dan memar di  dahi.

Korban  dipekerjakan melalui Yayasan Buana  Risma  Bekasi Barat sebuah  yayasan  menerima  dan menyalurkan jasa  asisten rumah tangga.

Selama  sembilan tahun  bekerja, Afra  kerap disiksa majikan. Dia   juga dilarang keluar rumah bahkan  beberapa  tahun  tidak menerim gaji.

Korban  lolos melompat   pagar rumah ketika mematikan lampu teras  di  rumah majikan,sebelumnya dipukul dengan balok, gagang sapu dan   batu hingga luka parah dan memar.  

Tak   hanya kasus Afra,  Gabriel  kembali  mendesak  Presiden  RI   serius  melobi  Pemerintah  Malaysia  untuk menindak tegas  dan  memproses  secara  hukum  pelaku pembunuhan  Adelia  Sau  korban ‘human  trafficking’  asal  NTT. Saat ini pelaku t  bebas  berkeliaran. 

“Saya  minta  Pemprov  NTT    lebih  serius  dan  rela  berkorban  membela  warganya terutama  pekerja  perempuan  NTT  yang sering disiksa  bahkan  sampai  mati  serta diinjak-injak  harkat  dan  martabat  mereka  oleh  majikan,”  tegas  Gabriel menjabat   Sekretaris  Jaringan  Nasional  Anti  Tindak  Pidana  Perdagangan  Orang (Jarnas Anti TPPO).  (laporan wartawan pos-kupang.com, eginius  mo’a).

 
  

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved