Korupsi Dana PNBP Politani Negeri Kupang Seret Mantan Petinggi Kampus

Kasus korupsi dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2016 yang membelit Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang menyeret para petinggi

Korupsi Dana PNBP Politani Negeri Kupang Seret Mantan Petinggi Kampus
Istimewa 
Tersangka dugaan korupsi PNBP Politani Kupang yang merupakan mantan Wadir II Politeknik Kristoforus Laba dititipkan di LP Kupang pada 16 Oktober 2019.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kasus korupsi dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2016 yang membelit Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang menyeret para petinggi kampus negeri tersebut. 

Kasus yang dilaporkan pada 26 Februari 2018 itu diketahui merugikan negara sebesar Rp 756.600.000. Hal itu didasarkan pada Laporan hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh BPKP Perwakilan NTT pada 10 Oktober 2018. 

Pengurus Sinode GMIT Periode 2019-2023 Terpilih, MUI NTT Siap Kerjasama 

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTT, Kombes Heri Tri Maryadi yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM pada Selasa (22/10/2019) mengatakan dalam kasus tersebut terdapat kerugian negara sebesar Rp 756.600.000.

"Dalam LHP nomor  LHAPKKN-344 / PW24 / 5 / 2018 dinyatakan terdapat kerugian keuangan negara akibat penggunaan uang kas dari PNBP secara tidak sah dan tidak disetorkan ke Kas Negara sebesar Rp 756.600.000," demikian Kombes Heri. 

Penggunaan tidak sah tersebut diketahui  berdasarkan selisih dana sebesar Rp 1.004.400.000 yang dicairkan Bendahara dan ditandatangani oleh Wadir II Politani Negeri Kupang. 

Berdasarkan penyelidikan, dana tersebut didistribusikan oleh Bendahara Margaretha Djahatang SE kepada Direktur Politani Negeri Ir Blasius Gharu M.Si dan Wadir II Kristoforus Laba. 

Kepada Direktur Ir Blasius Gharu M.Si, bendahara menyerahkan dana sebesar Rp 75 juta pada 16 November 2016. Pada 13 Oktober 2017, total uang tersebut dikembalikan kepada kas negara.

Selain itu, sebanyak Rp 181.600.000 digunakan untuk kepentingan pribadi oleh bendahara penerimaan dan sebesar Rp 700 juta diserahkan kepada Wadir II Kristoforus Laba untuk berbagai kepentingan. 

Nama Susunan Pemain Bhayangkara FC dan Persib Bandung, Tuan Rumah Bermasalah, Ezechiel Ragu

Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 352,000,000  yang digunakan untuk kepentingan pribadi habis pakai oleh tersangka Kristoforus Laba, SP.,M.Si. Namun saat penyidikan, Kristoforus telah mengembalikan ke kas negara Rp 148,000,000.

Kasubdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda NTT AKBP Handrio Wicaksono SIK menambahkan, dalam kasus ini tersangka Kristoforus Laba telah diserahkan ke pihak Kejati NTT (tahap dua) pada 16 Oktober 2019 yang lalu setelah sebelumnya, berkas dinyatakan lengkap oleh Pihak Kejati NTT sejak 6 September 2019. Setelah penyerahan tersebut, tersangka langsung dititipkan di Lapas Kelas IIA Kupang.

AKBP Hendro juga menambahkan, untuk dua tersangka lain yakni mantan direktur Ir Blasius Gharu M.Si dan mantan bendahara Margaretha Djahatang SE, masih menunggu petunjuk Kejati untuk dilengkapi. (hh)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved