Konsumsi Pemerintah Daerah Dominasi Pengeluaran di NTT

Tidak hanya di tingkat pemerintah provinsi (pemprov) tetapi juga berlaku di tingkat pemerintah kabupaten dan kota.

Konsumsi Pemerintah Daerah Dominasi Pengeluaran di NTT
POS KUPANG/RYAN NONG
Seminar Fiskal dan Ekonomi Regional dalam rangka HORI 73 di Aula Lantai 6 Gedung Keuangan RI Wilayah NTT jalan Frans Seda, Kecamatan Oebobo Kota Kupang, Rabu (23/19/2019 

Konsumsi Pemerintah Daerah Dominasi Pengeluaran di NTT 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pos Konsumsi pemerintah daerah mendominasi sektor pengeluaran di Provinsi NTT. Tidak hanya di tingkat pemerintah provinsi (pemprov) tetapi juga berlaku di tingkat pemerintah kabupaten dan kota. 

Demikian diungkapkan Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia NTT I Nyoman Ariawan dalam Seminar Fiskal dan Ekonomi Regional dengan tema "Akselerasi Kebijakan Fiskal Daerah dalam menghadapi tantangan APBN 2020" di Aula Lantai 6 Gedung Keuangan RI Wilayah NTT jalan Frans Seda, Kecamatan Oebobo Kota Kupang, Rabu (23/19/2019).

Dalam seminar yang dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-73 tahun 2019 itu, Nyoman mengatakan konsumsi pemerintah daerah itu jauh di atas konsumsi rumah tangga masyarakat.

"Pengeluaran kita didominasi oleh konsumsi pemerintah daerah dan kedua disusul konsumsi rumah tangga," ungkapnya.

Ia mengatakan, jika NTT ingin sustainable perekonomiannya secara baik maka harus mulai beralih dari budaya konsumsi ke budaya investasi. Selain itu, juga harus mampu meningkatkan produksi lokal terutama bahan kebutuhan pokok.

"Kalau kita mau sustainable ke depan maka harus beralih dari konsumsi ke investasi, dan kedua, kita juga harus meningkatkan produksi," jelasnya. 

Hal ini dikatakannya berkaca dari pengalaman dimana hampir seluruh bahan pokok didatangkan dari luar daerah. Semisal, katanya, ayam ras dan telur harus  didatangkan dari surabaya, serta beberapa bahan lain seperti beras dari Makassar.

"Ini yang perlu kita kembangkan ke depan, karena lapangan usaha kita juga punya potensi yang luar biasa, dari pertanian hingga kehutanan menjadi primadona," tambahnya. 

Selain Nyoman, tampil pula Kepala perwakilan Keuangan Provinsi NTT Lydia Kurniawati Christyana yang membawakan materi tentang Tantangan Fiskal Regional dalam APBN 2020. 

Sementara itu, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni juga tampil membawakan materi Strategi pemberdayaan ekonomi kerakyatan dalam upaya peningkatan daya saing NTT dan Kepala Bapelitbangda NTT Lecky Frederich Kolo yang membawakan materi Masyarakat Ekonomi NTT dan kebijakan fiskal Daerah 2020.

5 Artis yang Kaya Raya Sejak Lahir, Terungkap Mesin Uangnya, ada Nikita Mirzani hingga Cinta Laura

Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi NTT : Johny Plate Diharapkan Bisa Perhatikan NTT

Seminar yang dimulai pada pukul 09.00 Wita ini diikuti oleh puluhan peserta yang merupakan satuan kerja instansi vertikal Kementerian Keuangan di Kupang, para mahasiswa Undana, mahasiswa Unwira, perwakilan Kadin NTT serta pers. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved