Gempa Tektonik 5.1 SR Guncang Wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusra

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,1 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,0.

Gempa Tektonik 5.1 SR Guncang Wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusra
NET
Ilustrasi Gempa Bumi 

Gempa Tektonik 5.1 SR Guncang Wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusra

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Kejadian dan Parameter Gempabumi Hari Selasa, 22 Oktober 2019 pukul 20.13.51 WIB wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,1 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,0.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9.55 LS dan 118.27 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 101 Km arah Barat Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT pada kedalaman 70 Km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, ST.,Dipl. Seis., M.Sc, menyampaikan itu dalam siaran pers yang dikirim Stasiun Geofisika Waingapu di group WatsApp Info BMKG Sumba, Selasa (22/10/2019) malam.

Triyono juga menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya deformasi batuan di Samudera Hindia, Barat Pulau Sumba.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan oblique naik (oblique thrust fault).

Triyono juga mengatakan, dampak gempabumi, guncanganya dirasakan di Kabupaten Bima, Kota Bima, Kabupaten Dompu, Tambolaka-Sumba Barat Daya III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu yang dirasakan di Kabupaten Sumbawa II-III MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Kata Triyono, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Dikatakan Triyono, hingga hari Selasa, 22 Oktober 2019 pukul 20.50 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Triyono juga mengatakan, kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

Tak Ada Susi Pudjiastuti di Daftar 14 Wajah Lama Dipanggil Jokowi sebagai Calon Menteri Kabinet Baru

BREAKING NEWS : Pdt Dr Mery Kolimon M.Th Terpilih Kembali Nahkodai Sinode GMIT Periode 2019-2023

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user: pemda, pwd: pemda-bmkg) atau infobmkg. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,"pungkas Triyono. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo )

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved