Di TTS, 4 Hari Setelah Bencana Baru Dikasih Bantuan Tanggap Darurat

Hari ini mulai kita didistribusikan bantuan tanggap darurat kepada korban bencana angin kencang Sabtu lalu

Di TTS, 4 Hari Setelah Bencana Baru Dikasih Bantuan Tanggap Darurat
POS KUPANG/ISTIMEWA
Nampak sebagian atap tiga ruang kelas SD GMIT Nifukani bolong akibat diterpa angin puting beliung pada Sabtu (19/10/2019) dini hari 

Di TTS, 4 Hari Setelah Bencana Baru Dikasih Bantuan Tanggap Darurat

POS-KUPANG.COM| SOE -- Kabupaten TTS, Sabtu (19/10/2019) pagi diterjang bencana angin puting beliung yang merusak rumah warga, fasilitas pemerintah, gereja dan Puskesmas di wilayah Amanuban Barat, Nunbena dan Fatumnasi.

Namun anehnya, bantuan tanggap darurat baru mulai diberikan kepada para korban mulai hari ini, Rabu (23/10/2019) atau empat hari setelah bencana terjadi. Bantuan tanggap darurat yang diberikan berupa sembako, peralatan tidur, masak dan tarpal.

Kepala BPBD Kabupaten TTS, Ady Tallo yang dikonfirmasi terkait lambatnya penyaluran bantuan tanggap darurat tersebut beralasan, hal tersebut disebabkan karena lambatnya laporan dampak bencana dari pemerintah desa setempat yang masuk ke BPBD.

Ia mengaku, pernyataan bencana sendiri sudah dikeluarkan oleh BPBD beberapa waktu lalu pasca bencana angin kencang tersebut.

" Hari ini mulai kita didistribusikan bantuan tanggap darurat kepada korban bencana angin kencang Sabtu lalu," ungkap Ady Tallo.

Sekertaris BPBD Kabupaten TTS, Jusuf Alle yang ditanyakan terkait data dampak bencana angin puting beliung mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima seluruh laporan dampak bencana dari desa-desa yang terkena dampak bencana.

Oleh sebab itu, hingga saat ini data pasti rumah bangunan yang rusak akibat bencana angin puting beliung belum dikantongi BPBD.

" Data semua belum masuk Kaka. Masih ada desa yang belum masukan datanya," ujarnya.

Terpisah, Bupati TTS, Egusem Piether Tahun menghimbau kepada masyarakat agar terus waspada terkait angin kencang yang masih terus terjadi selama masa peralihan musim.

Dirinya meminta agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan karena dikhawatirkan dengan kencangnya angin yang berhembus bisa menyebabkan kebakaran rumah.

Kepada para kepala desa dan camat, Bupati Tahun memerintah agar terus melakukan pengawasan terhadap potensi bencana yang bisa terjadi. Setiap bencana yang terjadi wajib didata dampaknya dan dilaporkan secepatnya kepada pemerintah Kabupaten.

Ketahuan Kerja Sebagai PSK, Perempuan Ini Dibunuh Kekasih yang Juga Menantunya

Sidang Pembuktian Linda dan Barter Yusuf, Pokja NTT Fair Tidak Konsisten Beri Keterangan

"Selama ini memang pemerintah desa dan kecamatan sangat lambat untuk melaporkan dampak bencana yang terjadi. Oleh sebab itu, kedepan saya akan memberikan penegasan kepada para Kades dan Camat untuk memantau dan melaporkan secepatnya jika terjadi bencana," imbaunya. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved