News

Warga Ende Waspada, Diduga Akibat Aktivitas PLTPB Mutubusa, Mata Air Sokoria Tercemar

Warga Desa Sokoria dan Sokoria Selatan, Kabupaten Ende tidak lagi mengkosumsi air bersih karena sumber mata air setempat sudah tercemar.

Warga Ende Waspada, Diduga Akibat Aktivitas PLTPB Mutubusa, Mata Air Sokoria Tercemar
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Komisi C DPRD Ende Melakukan Rapat Kerja Dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende Pekan lalu. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Romualdus Pius

POS KUPANG, COM, ENDE - Warga Desa Sokoria dan Sokoria Selatan, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende tidak lagi mengkosumsi air bersih karena sumber mata air setempat sudah tercemar.

Warga Desa Sokoria Selatan, Albert Wanda yang dihubungi Pos Kupang, Senin (21/10/2019), menjelaskan, sejak 1 bulan terakhir, warga pada dua desa itu tidak bisa lagi mengkosumi air bersih karena sumber mata air telah tercemar.

Pihaknya menduga, pencemaran itu sebagai akibat dari aktivitas PLTPB Mutubusa yang letaknya sekitar 50 meter diatas sumber mata air.

"Kalau sebelum ada aktivitas PLTB Mutubusa air yang dikonsumsi warga aman-aman saja. Namun kali ini, semenjak 1 bulan terakhir air rasanya beda dan tidak enak untuk dikosumsi," ujar Albert.

Terkait dengan hal itu, pihaknya bersama masyarakat setempat telah mendatangi pihak pengelola PLTPB Mutubusa dan dari PLTPB Mutubusa telah menyalurkan air kepada warga sebagai kompensasi dari pencemaran sumber mata air.

"Air yang ada memang masih mengalir ke rumah-rumah warga namun air tersebut tidak bisa lagi untuk minum atau masak namun sebatas untuk cuci," ujarnya.

Warga juga mendesak pihak perusahaan untuk bertanggungjawab dengan mendatangkan air tangki sesuai kebutuhan warga sampai dengan batas waktu yang dijanjikan 1 bulan sambil mencari sumber mata air baru.

Ia berharap, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende segera turun ke lokasi sumber mata air guna memastikan penyebab pencemaran tersebut serta memastikan bahwa air yang ada memang masih bisa layak dikosumi warga.

"Saat diminum terasa agak lain. Warga tentu masih butuh kajian teknis lebih lanjut soal ini," ujarnya.

Menanggapi keluhan warga, Ketua Komisi 3 DPRD Ende, Vincen Sangu,SH, mengatakan, terkait pekerjaan pembangunan proyek Panas Bumi Mutubusa, terdapat dua persoalan serius yang dialami masyarakat, yakni soal air minum terkontaminasi dengan pencemaran serta ancaman serius kerusakan lingkungan secara umum mengancam terhadap pasokan sumber air baku.

Hasil koordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende, sesuai hasil survei uji laboratorium benar air sudah tercemar. Sehingga dinas juga mengharuskan pihak perusahaan untuk mendroping air tangki.

Dewan juga memberi catatan agar evaluasi ulang pelaksanaan proyek PLTPB Mutubusa termasuk evaluasi soal Amdal. "Jika memang berdampak serius maka dilakukan tindakan entah tindakan administrasi atau tindakan lain yang kemudian memberikan teguran keras," ujarnya.

Pemerintah juga diminta agar segera melakukan reboisasi dan penghijauan sekitar lokasi sumber mata air. "Sungguh disayangkan, mega proyek yang menyebabkan masyarakat susah," ujarnya. *

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved