Undana Siapkan SOP Produksi Sophia

sederhana dan pembuatannya dilakukan sewaktu-waktu serta digunakan untuk kebutuhan adat istiadat ataupun acara kenegaraaan.

Undana Siapkan SOP Produksi Sophia
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Wagub NTT, Josef Nae Soi dan Rektor Undana Fred Benu acungkan gelas berisi minuman Sophia putih bening di UPT. Laboratorium Riset Terpadu Biosain, Undana Kupang, Rabu (19/6/2019). 

Undana Siapkan SOP Produksi Sophia

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Universitas Nusa Cendana (Undana) telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi minuman keras keras beralkohol sopi asli NTT atau Sophia. SOP ini sebagai upaya perbaikan atau peningkatan mutu produk.

Hal ini disampaikan Kepala Laboratorium Terpadu Undana, Prof. Ir. Herianus JD. Lalel,M. Si. Ph. D pada acara sosialisasi Peraturan Gubernur NTT Nomor 44 Tahun 2019 tentang pemurnian dan tara kelola minuman tradisional beralkohol khas NTT di kabupaten dan kota di NTT.

Acara ini berlangsung di Gedung Dekranasda NTT, Selasa (22/10/2019).

Acara ini dibuka oleh Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan, Semuel Pakereng.

Sosialisasi ini menghadirkan pembicara antara lain, Prof. Ir. Herianus JD. Lalel,M.Si, Ph. D (Undana), AKBP .Albert Neno,S.H (Polda NTT) ,Kabid Pengembangan Perdagangan Dinas Perindag NTT dan dari Biro Hukum.

Prof. Ir. Herianus JD. Lalel,M.Si,Ph. D mengatakan, Undana adalah lembaga yang ditunjuk untuk memproduksi Sophia oleh karena itu, pihaknya telah memiliki SOP dalam memproduksi Sophia.

Saat memaparkan materi, Prof. Heri sapaan Prof. Herianus JD. Lalel mengatakan ada delapan tahap cara produksi Sophia,yakni mulai dari persiapan bahan, fermentasi, separasi/pemisahan, pencampuran, pengisian/penutupan wadah, pengemasan, destilasi dan pemeraman/aging (proses menghasilkan cairan fermentasi agar lebih jernih)

"Ada juga uji produksi yang dimulai dari tahapan tingkat pengrajin, kitchen lab dan tahapan pada tingkat mitra pengusaha," kata Prof Heri.

Dijelaskan, Undana telah melakukan kajian mutu sopi lokal di masyarakat dan ditemukan bahwa sopi yang ada tidak standar, tidak terjamin kebersihan dan adanya senyawa berisiko racun.

"Karena itu kita ingin untuk perbaikan mutu dari sopi ini dengan melakukan standarisasi proses dan produk,penjaminan kebersihan produk dan peniadaan senyawa berisiko racun," katanya.

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved