Politani-VHL Kerja Sama Respon Perubahan Iklim

Politani Kupang bekerjasama dengan Van Hall Larenstein, University of Applied Sciences, Belanda, merespon perubahan iklim terhadap ketahanan pangan

Politani-VHL Kerja Sama Respon Perubahan Iklim
ISTIMEWA/POLITANI KUPANG
PEMBUKAAN - Pembukaan kegiatan TMT dengan tema Penyuksesan Kerja Sama Sektor Pemerintah-Swasta Terhadap Perubahan Iklim Bagi Ketahanan Pangan di NTT di Hotel Timor Megah, SoE-TTS, 7 Oktober 2019. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) bekerjasama dengan Van Hall Larenstein, University of Applied Sciences, Belanda, merespon perubahan iklim terhadap ketahanan pangan di propinsi Nusa Tenggara Timur.

Kerja Sama ini didanai Nuffic.

Kerja sama dituangkan dalam bentuk Tailor-made Training (TMT) yang mengikutsertakan berbagai kalangan, baik dosen, penyuluh pertanian lapangan, pegiat lembaga swadaya masyarakat, serta petani dan alumni PT bidang pertanian.

Foto bersama Direktur Politani Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, MS dan pars fasilitator dari VHL dan Kadis Pertanian TTS, usai acara penutupan TMT  Climate Adaptation for Food Security di TTS, Jumat, 11 Okt 2019.
Foto bersama Direktur Politani Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, MS dan pars fasilitator dari VHL dan Kadis Pertanian TTS, usai acara penutupan TMT Climate Adaptation for Food Security di TTS, Jumat, 11 Okt 2019. (POLITANI KUPANG untuk POS-KUPANG.COM)

TMT dengan tema "Penyuksesan Kerja Sama Sektor Pemerintah-Swasta Terhadap Perubahan Iklim Bagi Ketahanan Pangan di NTT" di Hotel Timor Megah Kabupaten Timor Tengah Selatan sejak Senin, (7-11/10/2019).

Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama dari serangkaian kegiatan yang direncanakan dalam beberapa tahun ke depan. Fasilitator kegiatan adalah sejumlah pakar dari Van Hall Larenstein, yaitu Eurídice Leyequién, Peter van der Meer, dan Pleun van Arensbergen.

Ketua Panitia Pelaksana, Stormy Vertygo, S.Si, M.Sc mengatakan, tujuan penyelenggaraan TMT adalah untuk mewadahi para peserta dengan pendekatan-pendekatan inovatif berorientasi praktis yang dapat diterapkan oleh masyarakat petani dalam menghadapi kecaman perubahan iklim.

Para peserta juga dibekali secara teknis dalam hal menjalin dan memperkuat hubungan kerja sama dengan berbagai sektor dalam berbagai aspek di antaranya aspek teknologi, sosial dan ekonomi.

"Kegiatan ini juga berguna untuk meningkatkan hubungan dan peran institusi vokasi seperti Politani Kupang, dalam penyediaan layanan masyarakat yang dapat menciptakan komunitas kewirausahaan di NTT khususnya dalam sektor pertanian pangan. Kami berharap akan ada kaderisasi yang nantinya bisa menjadi agen pembaharu di komunitasnya sendiri," ujar Stormy.

KEGIATAN - Kegiatan TMT dengan tema
KEGIATAN - Kegiatan TMT dengan tema "Penyuksesan Kerja Sama Sektor Pemerintah-Swasta Terhadap Perubahan Iklim Bagi Ketahanan Pangan di NTT" di Hotel Timor Megah Kabupaten Timor Tengah Selatan sejak Senin, (7-11/10/2019). (ISTIMEWA)

Wakil Direktur IV Politani Kupang, Dr. drh. Andrijanto Angi, M.Si dalam sambutannya
pada acara pembukaan TMT mengatakan bahwa ini merupakan satu di antara sekian banyak program yang telah dilaksanakan sebagai bentuk kerja sama dengan Universitas Van Hall Larenstein selama bertahun-tahun dan termasuk kegiatan prioritas utama kampus. Bentuk kerja sama yang lain adalah dengan memberikan pelatihan dosen-dosen Politani di Belanda maupun pengiriman mahasiswa bimbingan dari Belanda ke Politani dalam rangka kegiatan penelitian.

"Atas nama institusi saya sampaikan terima kasih kepada Nuffic maupun Van Hall Larenstein University of Applied Sciences yang telah bersediaberbagi ilmu dengan kami, pelaku pertanian di NTT dalam rangka menghadapi perubahan iklim. Semoga kerja sama ini tetap berlanjut dan membawa perubahan berarti bagi masyarakat tani di NTT," pungkasnya.

Selain mengikuti pelatihan interaktif di kelas, para peserta kegiatan TMT juga terjun langsung ke lapangan dalam kegiatan praktek lapangan yang dipandu oleh para fasilitator dengan lokasi praktek di Kebun Contoh Petani di Desa Netpala, TTS.

Praktek lapangan dilakukan agar peserta memahami dan menerapkan pendekatan-pendekatan pertanian yang adaptif terhadap iklim melalui praktik pendidikan dan kegiatan pengabdian bagi masyarakat di NTT.

Pelatihan ini akan memungkinkan staf yang berpartisipasi untuk memberikan dukungan bagi pengembangan industri pertanian dan untuk memberdayakan komunitas wirausaha dalam bidang pertanian di NTT melalui penerapan teknologi, alat, dan metodologi pertanian yang cerdas, sembari mendorong pembentukan komunitas pertanian dan alumni yang berkelanjutan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved