Kepala BKKBN Arahkan Kepala Desa Gunakan Dana Desa Tidak Hanya untuk Pembangunan Fisik

Kepala BKKBN arahkan Kepala Desa gunakan dana desa tidak hanya untuk Pembangunan fisik

Kepala BKKBN Arahkan Kepala Desa Gunakan Dana Desa Tidak Hanya untuk Pembangunan Fisik
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Kepala BKKBN NTT, Marianus Mau Kuru, pada kegiatan Penguatan Program KKBPK Bagi Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (ADPESI), di Hotel Sylvia, Senin (21/10/2019). 

Kepala BKKBN arahkan Kepala Desa gunakan dana desa tidak hanya untuk Pembangunan fisik

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Untuk meningkatkan keberhasilan program Kependudukan, Keluarga Berencana dam Pembangunan Keluarga di masa yang akan datang serta peningkatan pengelolaan Kampung KB yang telah dicanangkan sejak tahun 2016 dibutuhkan kepedulian dan peran serta Pemerintah Desa dan masyarakat sekaitan dengan hal tersebut maka penumbuhan Intitusi Masyarakat Pedesaan (Peran Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD), sub PPKBD dan kelompok KB) serta kelompok-kelompok kegiatan (POKTAN) perlu terus dikembangkan peran baktinya.

Viktor Laiskodat Lebih Memilih Urus Rakyat NTT

Kepala BKKBN NTT, Marianus Mau Kuru, pada kegiatan Penguatan Program KKBPK Bagi Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (ADPESI), di Hotel Sylvia, Senin (21/10/2019), menyampaikan tujuan dari pembangunan desa menurut Undang-Undang Desa pasal 78 adalah mewujudkan desa yang kuat, maju mandiri dan demokratis melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana Desa, pembangunan prasarana Desa, pengembangan potensi ekonomi lokal dan pemanfaatan SDA dan lingkungan hidup berkelanjutan.

Beranjak dari maksud tersebut maka perlu diadakan pertemuan dengan Asosiasi Pemerintah Desa seluruh Indonesia yang adalah organisasi profesi berbentuk kesatuan dengan ruang lingkup nasional yang berdaulat dan mandiri atas dasar kesamaan kegiatan profesi di bidang pemerintah Desa serta pembangunan pedesaan sebagai sarana diskusi dalam menemukan arah, kebijakan dan strategi yang dapat dibangun untuk meningkatkan pemahaman dan perubahan sikap dan perilaku masyarakat khususnya di daerah-daerah yang miskin secara ekonomi, terpencil, terisolir dan minim infrastruktur serta pendidikan.

Cegah Stunting AAH Lauching Buku Ajar Asuhan Terpadu Balita Sakit Edisi I

Kegiatan ini diikuti oleh Asosiasi Pemerintah Desa seluruh NTT. Dimana satu desa dihadiri oleh dua orang yang khusus dari desa Kampung KB.

"Kampung KB yang diundang yang satunya berjalan baik dan satunya kurang baik, agar sama-sama belajar di sini. Kami bicara tentang semua program. Karena Pemerintah Desa, aparat desa yang paling dekat dengan masyarakat. Sementara sasaran program ini juga ada di masyarakat keluarga. Kalau kita hanya di level Provinsi, Kabupaten tidak sampai ke desa, maka informasi itu tidak akan sampai ke desa," ujarnya.

Lalu, kata Marianus, Kepala Desa berdasarkan UU Desa, mereka memiliki otonomi dan power yang cukup kuat. Jadi ini harus dimanfaatkan dengan membuat sebuah gerakan dengan tagline "Program KKBPK Menjadi Gerakan dan Milik Desa".

"Jadi kita membuka ruang bekerja sama dengan semua sektor. Tapi kalau kita menggenggam tidak bisa membuka ruang untuk bekerja sama dengan pihak lain, maka program ini tidak akan pernah maju. Kita sudah bangun kerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, Bupati/Walikota, DPR, tapi kita tidak boleh lupa Camat dan Kepala Desa sebagai aparat yang paling dibawah. Dan mereka bisa tahu posisi keluarga itu ada di RT mana, namanya siapa, kondisinya seperti apa mereka lebih tahu," terangnya.

Mulai hari ini, lanjutnya, dengan tagline tersebut, maka ini sebagai sebuah gerakan dari dan oleh untuk masyarakat.

Para Kepala Desa Kampung KB ini bertugas untuk membantu sosialisasikan program ini kepada keluarga-keluarga yang ada di desa. Kemudian membuat aturan untuk keluarga-keluarga agar anak-anak yang terlahir dari rahim seorang ibu pada usia sekolah atau belum usia sekolah dan sejak lahir harua diberikan asupan gizi serta pada usia sekolah harus sekolah.

Halaman
12
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved