Berita Cerpen

Cerpen Riko Raden: Bocah Kecil dan Pahitnya Kehidupan

Tino demikian orang menyapanya. Ia bekerja sebagai penjual koran. Ia geluti pekerjaan ini sejak ia masih kecil.

Cerpen Riko Raden: Bocah Kecil dan Pahitnya Kehidupan
ilustrasi pos kupang
Bocah Kecil dan Pahitnya Kehidupan 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Tino demikian orang menyapanya. Ia bekerja sebagai penjual koran. Ia geluti pekerjaan ini sejak ia masih kecil.

Kira-kira ia masih berumur 12 tahun. Katanya, karena ayah dan ibunya tidak bisa membiayainya untuk sekolah maka jalan satu-satunya yang ia lakukan adalah menjual koran.

Ia merasa bangga dengan pekerjaannya ini. Ia tak pernah malu apabila menjual koran di tengan kota atau di depan pertokoan.

Nekat, Paspampres Tarik Paksa Gibran Rakabuming Saat Hendak Lakukan Hal Ini ke Presiden Jokowi

Menurutnya, mencari nafkah untuk kebutuhan hidup tidak perlu ada perasan gengsi atau malu. Tuhan telah memberikan kemampuan kepada manusia agar ia bisa hidup sesuai kemampuannya.

Ia merasa bangga dengan kemampuan yang ada dalam dirinya. Ia tidak mau membandingkan dirinya dengan orang lain. Tino sungguh anak yang baik. Ia bisa dijadikan sebagai anak pembawa terang dalam keluarganya.

Kondisi orangtuanya yang sudah tidak mudah lagi membuat dia bekerja keras untuk bisa membahagiakan orangtuanya.

Ia lakukan ini bukan merupakan balas jasa atas kebaikan orangtuanya, tetapi lebih dari itu sebagai kewajiban seorang anak untuk merawat orangtuanya.

Ramalan Zodiak Selasa 22 Oktober 2019, Scorpio Makan Malam Romantis, Libra Masalah Kesehatan

Semenjak putus sekolah, ia hanya bergulat dengan pekerjaannya sebagai penjual koran. Ia tidak pernah mengeluh dengan orangtuanya kenapa dia tidak sekolah. Ia tahu betul keadaan keluarganya.

Ia tidak pernah memaksa orangtuanya mencari uang untuk sekolahnya. Usia kedua orangtuanya tidak mudah lagi, dan ia sangat mencintai kedua orangtuanya.

Ia rela tidak sekolah asalkan orangtuanya tidak menderita sakit. Ia tdak pernah malu melihat teman sebayanya setiap pagi pergi sekolah.

Halaman
1234
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved