Stand Pameran Sempat Diterjang Angin, Penutupan Expo Uyelewun Raya Tetap Meriah

Walaupun stand pameran sempat Diterjang angin, penutupan Expo Uyelewun Raya tetap meriah

Stand Pameran Sempat Diterjang Angin, Penutupan Expo Uyelewun Raya Tetap Meriah
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Angin kencang sempat menerjang lima stand pameran Expo Uyelewun Raya. Kejadian di luar dugaan ini terjadi sekitar pukul 12.30 atau dua jam sebelum penjemputan rombongan bupati dan pejabat kementerian di gerbang masuk Desa Benihading 1, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Sabtu (19/10/2019). 

Walaupun stand pameran sempat Diterjang angin, penutupan Expo Uyelewun Raya tetap meriah

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Angin kencang sempat menerjang lima stand pameran Expo Uyelewun Raya. Kejadian di luar dugaan ini terjadi sekitar pukul 12.30 atau dua jam sebelum penjemputan rombongan bupati dan pejabat kementerian di gerbang masuk Desa Benihading 1, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Sabtu (19/10/2019).

Angin kencang itu sempat merusak lima stand pameran dari beberapa desa yang ada di sebelah selatan. Tenda yang digunakan untuk menutupi stand juga tercerabut dan tidak bisa dipasang lagi.

Pilkada 2020 - Dua Kabupaten Belum Tanda Tangan NPHD, Bawaslu NTT Surati Bawaslu RI

Tak ada korban jiwa atau kerugian material dalam kejadian ini. Panitia pun langsung membongkar tenda-tenda itu agar tak diterjang angin lagi.

Meskipun demikian, acara penutupan Expo Uyelewun Raya tetap berlangsung meriah. Ratusan warga ikut ambil bagian dalam atraksi budaya tahunan ini.

Ada atraksi alat musik tradisional tatong yang dibawakan para pelajar, atraksi budaya Buku Dese, Puan Kemer dan aksi teatrikal sejarah keturunan Kedang, fashion show, pembacaan deklarasi damai dan pembacaan nilai luhur budaya Kedang.

BREAKING NEWS: Perkelahian di Perbatasan Manggarai Timur-Ngada, Satu Tewas, 3 Warga Tertembak

Rombongan bupati dan pejabat kementerian juga mengitari desa-desa yang ada di lereng Gunung Uyelewun.

Mereka disambut dengan meriah barisan pelajar dan masyarakat di tepi jalan di setiap desa. Ini adalah bagian dari Tarian Peluk Gunung dan jadi bagian penting dari Expo Budaya Uyelewun Raya.

Ditemui di sela-sela acara penutupan, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengatakan masyarakat Kedang datang dari satu struktur budaya yang sama yakni struktur budaya yang percaya kalau nenek moyang mereka berasal dari Gunung Uyelewun.

Struktur budaya yang sama ini, kata dia, menunjukkan kebersamaan yang luar biasa dan sulit bagi paham-paham radikalisme dari luar datang menggerogoti budaya Kedang itu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved