Donor Darah HMJ Akutansi Undana

HMJ Akuntansi Undana Ubah Ospek dengan Donor Darah, Begini Hasilnya

Oleh karena itu HMJ Akutansi Undan lebih baik melakukan kegiatan lain yang lebih berguna serta bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat

HMJ Akuntansi Undana Ubah Ospek dengan Donor Darah, Begini Hasilnya
ISTIMEWA
ISTIMEWA DONOR DARAH-Para mahasiswa sedang mengikut aksi donor darah yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi, Undana Kupang di gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana, Sabtu (19/10/2019). 

HMJ Akuntansi Undana Ubah Ospek dengan Donor Darah, Begini Hasilnya

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ferry Jahang

POS-KUPANG.COM, KUPANG-Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi, Undana Kupang menggelar bakti sosial berupa aksi donor darah di gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana, Sabtu (19/10/2019).

Bakti sosial tersebut diselenggarakan dalam rangka Kegiatan MISI (Mahasiswa Ilmiah, Cerdas dan Aktif) 2019. Kegiatan ini sama dengan istilah Ospek (Orientasi Pengenalan Kehidupan Kampus).

MISI menurut rilis yang dikirim Rijasti Azizani Maliasen ke POS-KUPANG.COM merupakan kegiatan setiap tahun yang diselenggarakan oleh Jurusan Akuntansi untuk mengenalkan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru.

Tony Wijaya, Ketua Panitia dari MISI 2019 mengatakan, bahwa melakukan kegiatan ospek pada umumnya yang kurang memberikan manfaat bagi mahasiswa baru.

Oleh karena itu lanjut Tony, pihaknya lebih baik melakukan kegiatan lain yang lebih berguna serta bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Dijelaskan, pihaknya melihat fenomena masyarakat yang selalu membutuhkan darah untuk orang yang sakit.

Kondisi inilah lanjut Tony sehingga pihaknya memilih melakukan bakti sosial berupa donor darah dibandingkan aksi-aksi sosial lainnya.

Aksi yang dilakukan ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pihak PMI Provinsi NTT berharap agar mendapat minimal 30 kantong darah dari aksi ini.

Dari 65 orang yang mendaftar, 34 orang gagal mendonor dikarenakan tekanan darah mereka ada yang rendah dan tinggi yang tentunya tidak baik bagi kesehatan

Pendonor maupun penerima donor.

Alex Fahik salah satu pendonor menjelaskan, dirinya tergerak untuk mendonorkan darah karena sudah dapat menyelamatkan kehidupan seseorang. (*)

Penulis: Ferry Jahang
Editor: Ferry Jahang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved