News

Personel Pos Turiscain Sisir Desa Manumutin-Belu, Temukan Empat Patok Batas Negara Hilang, Mengapa

Hasil patroli diketahui empat Patok Batas Negara (PBN) dan satu Border Sign Post (BSP) hilang serta satu PBN rusak.

Personel Pos Turiscain Sisir Desa Manumutin-Belu, Temukan   Empat Patok Batas Negara Hilang, Mengapa
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Personel Pos Motaain Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ melaksanakan patroli patok batas di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT Kamis (3/10/2019). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Teni Jenahas

POS KUPANG, COM, ATAMBUA - Personel Pos Turiscain Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ menggelar patroli patok batas negara menyisiri Desa Manumutin, Kecamatan Raihat-Belu, Rabu (16/10/2019).

Hasil patroli diketahui empat Patok Batas Negara (PBN) dan satu Border Sign Post (BSP) hilang serta satu PBN rusak. Sedangkan 10 PBN dan satu Common Border Datum Reference Frame (CBDRF) dalam kondisi baik.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol (Inf) Ikhsanudin, kepada wartawan Rabu (16/10/2019), menyebut jumlah patok yang menjadi tanggung jawab Pos Turiscain sebanyak 20, terdiri dari satu Common Border Datum Reference Frame (CBDRF), sembilan Border Sign Post (BSP) dan 10 Patok Batas Negara (PBN).

Patroli patok dipimpin Komandan Pos (Danpos) Turiscain, Lettu (Inf) Oslan Purba, dan sesuai SOP, personel patroli berjumlah tujuh orang dengan tugas masing-masing, yakni Pok Pam Depan dua orang, Danpat, Tayanrad, Pok Penyergap dua orang dan satu orang sebagai Pam belakang. Hasil patroli dilaporkan empat PBN dan satu BSP hilang.

Meski terjadi demikian, katanya, reaksi prajurit TNI yang berpatroli tetap tenang sembil mengecek secara cermat. Dari hasil pengecekan ternyata patok yang hilang itu akibat terhanyut banjir. Selain patok hilang, ada satu PBN juga rusak.

Sedangkan patok yang lain dalam kondisi baik, sesuai dengan koordinatnya. Patok batas yang hilang tersebut sudah dilaporkan ke satuan atas.

"Setelah dilakukan pengecekan oleh personel patroli bahwa terdapat patok plat besi parasit hilang karna hanyut terbawa air sungai sehingga akan dilaporkan kepada satuan atas," terang Iksanudin.

Ikhsanudin mengatakan, patroli patok merupakan tugas pokok Satgas Pamtas sehingga kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh personel satgas di setiap pos yang berada di Sektor Timur.

"Para prajurit konsisten dengan tugas pokoknya sehingga medan yang dinilai cukup berat tidak menjadi penghalang bagi TNI untuk melaksanakan tugas," ungkap Ikhsanudin.

Dia melukiskan medan di perbatasan terdiri dari sungai yang kering dengan bebatuan besar dan tanah yang rawan longsor. Hal ini membutuhkan peningkatan kewaspadaan dari setiap personel. Ditambah lagi jarak yang cukup jauh dan jumlah patok yang cukup banyak.

Lanjut Ikhsanudin, jarak patok demi patok kelihatan sangat dekat di atas peta, tetapi setelah melihat kondisi di lapangan, perjalanan terasa amat jauh.

Meski medan sangat berat namun regu patroli Pos Turiscain harus melakukan pengecekan satu persatu patok yang menjadi tanggung jawabnya.

"Saat patroli yang melintasi hutan-hutan dan bukit-bukit, mereka tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan," ujarnya.

Danpos Turiscain, Lettu (Inf) Oslan Purba, menambahkan, kegiatan patroli berjalan aman dan lancar. "Mereka awali patroli dengan brefing singkat dan doa bersama di pos," ujarnya. *

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved