Korban Keracunan Bertambah Jadi 60 Orang, Bupati TTU Raymundus Fernandes tetapkan Hal Ini

Korban Keracunan Bertambah Jadi 60 Orang, Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes tetapkan Hal Ini

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes saat melihat warganya yang mengalami keracunan di Puskesmas Lurasik, Jumat (18/10/2019). 

Korban Keracunan Bertambah Jadi 60 Orang, Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes tetapkan Hal Ini

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Korban Keracunan Bertambah Jadi 60 Orang, Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes tetapkan Hal Ini

Bupati TTU, Raymundus Fernandes, S.Pt mengatakan, saat ini jumlah warga di Kecamatan Biboki Utara yang mengalami keracunan bertambah menjadi 60 orang dari sebelumnya hanya 50 orang saja.

Oleh karena jumlah warga yang mengalami keracunan bertambah menjadi 60 orang, dirinya menyebut bahwa kejadian tersebut adalah kejadian luar biasa.

Atas kejadian tersebut, jelas Raymundus Fernandes, dirinya akan datangi Puskesmas Lurasik untuk melihat para korban keracunan yang diduga disebabkan karena mengkonsumsi daging sapi yang sudah mati.

Ini sudah KLB ini, karena jumlah banyak sekali," kata Bupati TTU dua periode itu kepada Pos-Kupang.Com saat ditemui di ruang kerjannya, Jumat (18/10/2019).

Raymundus Fernandes mengatakan, ketika mendengar informasi mengenai puluhan warga yang mengalami keracunan, ia langsung memerintah kepada petugas untuk melakukan pengobatan kepada puluhan warga tersebut.

"Setelah itu kita meneliti, kenapa daging sapi yang dikonsumsi lalu ada masalah seperti ini," terangnya.

Bupati Raymundus Fernandes meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak mengkonsumsi sapi yang sudah mati sebab akan membahayakan masyarakat yang menkonsumsi daging sapi tersebut.

Diberitakan media ini sebelumnya, sebanyak 50 orang warga di Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dilarikan ke Puskesmas Lurasik, Kamis (17/10/2019).

Warga sebanyak itu dilarikan ke Puskesmas Lurasik karena diduga makan daging sapi yang sudah mati sehari sebelum dilarikan ke puskesmas tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, 50 orang warga yang dilarikan ke Puskesmas Lurasik tersebut dari beberapa desa yang ada di sekitar Kecamatan Biboki Selatan.

Mereka berasal dari Desa Biloe, Desa Sapaen, Desa Hauteas Barat, dan Desa Taunbaen Timur dengan jumlah penderita keracunan kurang lebih sebanyak 50 Orang.

Kronologis kejadian tersebut bermula ketika pada hari, Kamis (18/10/2010) sekira pukul 07:40 Wita sebanyak 50 an warga makan daging sapi yang sudah mati.

Dimana daging tersebut milik salah seorang warga bernama Edmundus Tnesi Ampolo yang disembelih dalam kadaan sudah mati pada, Selasa (15/10/2019).

Setelah disembeli, daging sapi tersebut kemudian dijual kepada warga. Pemiliknya menukar satu ikat daging sapi tersebut dengan padi gabah satu karung.

Pada saat daging tersebut semuanya sudah habis di dikelolah dan dimakan oleh warga, sebagian dari warga yang makan mengalami pusing, mual, muntah, dan diare.

Informasi lain yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan bahwa sebelum mati, sapi tersebut di suntik selama dua kali, dimana suntikan pertama terjadi pada bulan Agustus 2019.

Sementara itu, untuk suntikan kedua dilakukan pada tangg 17 September 2019 sebelum sapi tersebut mati.

Sementara itu, suntikan pertama sapi tersebut dilakukan oleh Frans Meo, dan suntikan kedua disuntik oleh Yoseph Lua. Keduanya bukan pagawai dari Dinas Peternakan.

Saat ini, 49 warga yang mengalami keracunan daging sapi tersebut sedang dirawat secara intensif di Puskesmas Lurasik, dan satu orang lainnya dibawakan ke Rumah Sakit Marianum Halulik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved