Ketiga pelaku Ilegal Fishing sedang diserahkan ke JPU Kejaksaan Negeri Sumba Timur.

tentang Perubahan Atas UU RI No: 31 tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 2 Miliar.

Ketiga pelaku Ilegal Fishing sedang diserahkan ke JPU Kejaksaan Negeri Sumba Timur.
POS KUPANG/ISTIMEWA
Ketiga pelaku Ilegal Fishing sedang diserahkan ke JPU Kejaksaan Negeri Sumba Timur. 

Tiga Pelaku Ilegal Fishing di Sumba Timur Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU---Penyidik Subdit Gakum Direktorat Pol Air Polda NTT menyerahkan 3 tersangka penangkapan ikan tanpa membawa izin Surat Laik Operasi (SLO) untuk berlayar, Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kepada Jaksa Penuntut umum (JPU) beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Sumba Timur setelah dinyatakan lengkap atau P21, Rabu (16/10/2019) pagi.

Akibat ulah itu, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 93 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 98 Jo Pasal 42 ayat (3) UU RI No 45 tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU RI No: 31 tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 2 Miliar.

Hal itu disampaikan oleh kapolres Sumba Timur, AKBP. Victor M. T. Silalahi, SH.,MH melalui Kasubag Humas Polres Sumba Timur, Iptu I Made Murja, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (18/10/2019).

Made menjelaskan, ketiga tersangka ilegal fishing yakni K(34), S (23) dan M (37) yang merupakan nelayan asal Sulawesi Selatan tersebut diamankan saat di gelar patroli gabungan Direktorat Pol Air Polda NTT dan Polres Sumba Timur dengan KP. SEMAU XXII-3012 Direktorat Pol Air Polda NTT dengan Kapten Kapal KP. SEMAU XXII-3012 Bripka Marcel, Minggu (15/9/2019) dini hari di perairan Benda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur.

Made menjelaskan kronologisnya, para pelaku yang berlayar dari Sape tersebut diamankan petugas gabungan di 10•13’350′ LS / 120•44’886″ BT tepatnya di perairan benda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur saat itu mereka menggunakan kapal KM. Bintang Nusantara 01. Setelah diadakan pemeriksaan dokumen, muatan dan fisik kapal ternyata KM. Bintang Nusantara 01 diduga melakukan penangkapan ikan tanpa membawa SIPI , SPB, dan SLO.

Dikatakan Made, Kapolres Sumba Timur, mengatakan pihak Polres Sumba Timur bersama Direktorat Pol Air Polda NTT akan terus bersinergi dengan TNI dan Pemkab Sumba Timur untuk memberantas Ilegal Fishing yang sering meresahkan warga Sumba Timur.

"Ilegal Fishing sangat merugikan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan disamping itu juga merusukan ekosistem laut, terumbu karang akan rusak akibat ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,"ungkap Made.

Jaga Situasi Aman Saat Pelantikan Jokowi Maaruf, Forkopimda Kabupaten TTS Bikin Strategi Ini

Duh, Annisa Pohan dan AHY Pernah Tinggal di Rumah Seperti Ini, Sampai Ada Biawak Jatuh dari Atap

Dikatakan Made, pihaknya akan terus menggelar patroli gabungan dengan Direktorat Pol Air Polda NTT dan berharap agar masyarakat selalu menginformasikan jika kejahatan Ilegal Fishing yang terjadi di wilayah Kabupaten Sumba Timur. ((Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robertus Ropo))

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved