Jusuf Adoe Beberkan 6 Tantangan Pembangunan Bidang ESDM di NTT, Apa Saja?

Kadis ESDM NTT Jusuf Adoe beberkan 6 tantangan pembangunan bidang ESDM di NTT, apa saja?

Jusuf Adoe Beberkan 6 Tantangan Pembangunan Bidang ESDM di NTT, Apa Saja?
POS-KUPANG.COM/KANIS JEHOLA
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Isyak Nuka (kiri), Kepala Bidang Ekonomi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbangda Provinsi NTT, DR. Ir. Alfonsus Theodorus, MT (tengah), dan Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT, JUSUF A.ADOE, SE, MT, Rapat Koordinasi Bidang Ekonomi di Bappelitbangda Provinsi NTT, Rabu (16/10/2019). 

Kadis ESDM NTT Jusuf Adoe beberkan 6 tantangan pembangunan bidang ESDM di NTT, apa saja?

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT, Jusuf A. Adoe, SE, MT membeberkan enam tantangan dalam pembangunan bidang energi dan sumber daya mineral ( ESDM) di Provinsi NTT.

Hal itu disampaikan Jusuf Adoe pada Rapat Koordinasi Bidang Ekonomi di Bappelitbangda Provinsi NTT, Rabu (16/10/2019). Rilis materi Kadis ESDM NTT itu disampaikan Kepala Bidang Ekonomi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbangda Provinsi NTT, DR. Ir. Alfonsus Theodorus, MT, kepada Pos-Kupang.Com, Kamis (17/10/2019).

TERUNGKAP Tes DNA Najwa Shihab, Meski Berdarah Arab Ternyata Hanya Begini Gen Putri Quraish Shihab

Jusuf menyebutkan enam tantangan dalam pembangunan bidang ESDM di Provinsi NTT itu, yakni masih adanya ketergantungan BBM, masih kecilnya rasio elektrifikasi, dan NTT merupakan provinsi kepulauan.

Selain itu, minimnya akses jalan menuju daerah/desa terpencil. Minimnya akses jalan ini diikuti mahalnya akses menuju pulau-pulau kecil yang berpenghuni. Di sisi lain, anggaran pembangunan infrastruktur EBT juga masih minim.

Program pengembangan EBT di Provinsi NTT tahun 2019 sesuai kebijakan daerah berdasarkan visi: NTT Bangkit Menuju Sejahtera.

Pria Telepon Istri Selingkuhan Istrinya, Beritaukan Suami Si Ibu Sedang Ngamar dengan Istrinya

Khusus kegiatan pengembangan EBT di NTT tahun 2019, jelas Adoe, kegiatan yang dilakukan berupa pembangunan PLTS/Sehen menggunakan APBD provinsi NTT sebanyak 375 unit tersebar di tujuh desa di tujuh kabupaten.

Selain itu kegiatan pembangunan LTSHE program Kementerian ESDM
sebanyak 13.603 unit di 66 desa yang tersebar di 16 kabupaten. Pembangunan LTSHE tahap 1 sudah realisasi 100 persen.

Tak hanya itu, dalam tahun 2019 juga dilakukan pembangunan LTSHE tahap 2 juga program Kementerian ESDM sebanyak 7.331 unit di 77 desa yang tersebar di 17 kabupaten. Untuk program tahap 2 ini masih dalam proses penyelesaian.

Adoe juga membeberkan, konsumsi listrik per sektor produktif di NTT masing- masing untuk rumah tangga 55 persen, industri 2 persen, dan komersial 43 persen.

Sedangkan data konsumsi bahan bakar, terdiri dari solar 60,31 persen, premium 23,20 persen, bio solar 11,05 persen, dan avtur 5,42 persen. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Kanis Jehola)

Penulis: Kanis Jehola
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved