Sekolah Islam Gender PMII Beri Kontribusi Pada Peradaban Perempuan NTT

Pengurus Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Komisariat STAI Cabang Kupang menggelar Sekolah Islam Gender (SIG).

Sekolah Islam Gender PMII Beri Kontribusi Pada Peradaban Perempuan NTT
POS KUPANG/RYAN NONG
Para peserta Sekolah Islam Gender oleh Pengurus Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Komisariat STAI Cabang Kupang 

Sekolah Islam Gender PMII Beri Kontribusi Pada Peradaban Perempuan NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pengurus Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri  (KOPRI) Komisariat STAI Cabang Kupang menggelar Sekolah Islam Gender (SIG). 

Kegiatan dalam rangka memberikan kontribusi nyata  bagi peradaban perempuan Nusa Tenggara Timur itu berlangsung di SD ATTIN Namosain pada Rabu (16/10/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan sejak pukul 14.00 Wita mengangkat tema "Revitalisasi Gerakan Perempuan Dalam Perspektif Gender di Era Revolusi Industri 4.0".

Peserta SIG KOPRI STAI PMII Kupang terdiri dari seluruh anggota dan kader PMII se-Komisariat STAI Kupang.

Ketua KOPRI STAI PMII Kupang, Ita, mengatakan tujuan dari kegiatan SIG dilaksanakan agar eksistensi perempuan mampu  menjawab tantangan global.

"SIG merupakan proses kaderisasi di tubuh perempuan PMII. Semoga dengan kegiatan yang telah dilakukan, peranan Korps PMII STAI Kupang  mampu menjawab isu-isu strategis dan tantangan nasional maupun global yang berkaitan dengan isu-isu gender," ujar Ita.

Sementara itu, Nur Alfi Laily selaku Ketua Umum Koprs PMII Puteri Cabang Kupang menegaskan,  berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, SIG memiliki peran penting untuk bersama-sama belajar, khususnya membicarakan isu-isu perempuan baik di bidang ekonomi-politik  dalam menjaga wilayah perbatasan. 

"Untuk mewujudkan itu, tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan, selain membutuhkan energi lebih dari internal Kopri PMII Kupang, tapi aspek eksternal juga sangat dibutuhkan. Aspek Internal yakni, kader-kader perempuan PMII Kupang harus sadar sepenuhnya guna meningkatkan perbaikan SDM yang matang, sederhananya bahwa belajar itu harus dijadikan sebagai kebutuhan bukan hobi. Aspek eksternal yakni peran serta pemerintah yang sangat dibutuhkan. Baik dalam pembuatan regulasi maupun politik, yang berhubungan dengan isu-isu gender dalam konteks masyarakat ekonomi ASEAN," katanya.

Menurutnya, peluang dan tantangan perempuan di daerah perbatasan seperti halnya NTT pada era masyarakat ekonomi Asean (MEA) sangatlah besar.

" NTT  mempunyai banyak potensi baik sumber daya alam, sumber daya manusia, kebudayaan dan jasa yang bisa dikembangkan di provinsi ini," papar Laily.

Hal lain yang juga mendapat apresiasi KOPRI PMII adalah konsep kesetaraan gender di NTT telah berlaku khusus selama kontestasi politik kemarin.  Terbukti misalnya di DPRD Provinsi NTT saat ini dipimpin oleh kader perempuan yakni Emi Nomleni sebagai ketua dan Ince Sayuna sebagai wakil.

Artinya, lanjut dia, bahwa perempuan memiliki konsep tersendiri dalam berkhidmat demi kepentingan bangsa dan negara. Oleh karenanya, kehadiran Kopri diharapkan agar mampu bersinergi dengan seluruh stakeholder guna menuntaskan agenda-agenda perempuan di NTT yang terkesan diabaikan.

Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PMII Cabang Kupang, lanjutnya, senantiasa berkomitmen dalam menjalankan serta melakukan diskursus penting dalam membedah Issue-issue perempuan di NTT. Sehingga besar harapan bahwa kunci perbaikan dan kemajuan suatu bangsa akan dapat terjawab manakala konsep kesetaraan harus dikedepankan. 

Pemkot Kupang Dukung RSIA Dedari Family Festival

Yuk Kenali Kondom Baru ! Ada Baterei & Tombol On Off

"Kader perempuan di NTT sangat potensial, sehingga sangat penting agar dapat manajerial secara baik," tutup Laily.

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved