Kelainan Refraksi Mata Masih Nomor 1, RS SK Lerik Miliki Fasilitas Peralatan Lengkap di NTT

Bedasarkan daftar kunjungan pasien yang datang di Poli Mata RS SK Lerik karena kelainan refraksi.

Kelainan Refraksi Mata Masih Nomor 1, RS SK Lerik Miliki Fasilitas Peralatan Lengkap di NTT
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI
Dokter spesialis mata, dr Novita tengah memeriksa kelainan pada retina mata pasien dengan menggunakan foto fundus, di poli mata RS SK Lerik, Kamis (17/10/2019). 

Kelainan Refraksi Mata Masih Nomor 1, RS SK Lerik Miliki Fasilitas Peralatan Lengkap di NTT

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Bedasarkan daftar kunjungan pasien yang datang di Poli Mata RS SK Lerik karena kelainan refraksi. Kelainan ini menduduki ranking pertama dari berbagai pengeluhan yang datang.

Kelainan refraksi ini membutuhkan kacamata untuk penglihatan jauh dan dekat. Selain kelainan refralsi, penyakit mata lainnya seperti infeksi pada mata. Tapi itu musiman, misalnya musim wabah dan pancaroba maka infeksi mata akan meningkat.

Kemudian yang harus masyarakat sadari dan selalu stabil yaitu katarak. Karena katarak bisa terjadi seiring penambahan usia. 75 persen orang mengalami katarak karena usia.

Masyarakat harus mewaspadai glaukoma dan retinopati diabetik. Karena penyakit diabetes yang tidak terkontrol maka bisa merusak saraf mata.

Mulai dari struktur mata depan dengan kejadian mata kering, masuk ke dalam mata bisa jadi infeksi, inflamasi, iris sampai terjadi glaukoma, kebelakang bisa menyebabkan katarak, kelainan pada cairan mata, pendarahan retina sampai terjadi kebutaan.

Hal ini dijelaskan Dokter Spesialis Mata, Dr Novita yang ditemui di Poli Mata RS SK Lerik, Kamis (17/10/2019).

Diakuinya kunjungan terbanyak pasien yang datang karena kelainan refraksi tetapi RS SK Lerik juga bisa menangani katarak dengan bagus.

Secara usia, lanjutnya untuk 40 tahun ke atas, bila penglihatan jauhnya dalam keadaan normal maka butuh kaca baca.

"Tapi kalau anak sekarang karena tren pemakaian gadget dari jarak dekat intens terus menerus. Seperti main hp, ipad dan pemakaian komputer terus menerus kalau sudah bakat minat akan tumbuh dengan cepat, sehingga anak anak dengan kelainan refraksi. Maka anak-anak dianjurkan setiap enam bulan sekali bisa mengontrol matanya," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved