1.300 Warga Ende Terkena Gigitan Hewan Penyebar Rabies

Sebanyak 1.300 warga Kabupaten Ende terkena gigitan hewan penyebar rabies

1.300 Warga Ende Terkena Gigitan Hewan Penyebar Rabies
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Dinas Kesehatan Kabupaten Ende Melakukan Raker Dengan Komisi III DPRD Ende 

Sebanyak 1.300 warga Kabupaten Ende terkena gigitan hewan penyebar rabies

POS-KUPANG.COM | ENDE - Selama tahun 2019 dari Januari hingga Oktober 2019 tercatat setidaknya ada 1.300 warga masyarakat Kabupaten Ende yang terkena gigitan hewan penyebar rabies ( HPR) yang meliputi anjing dan kucing serta kera.

Hal tersebut dikatakan Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Ahamd Gulung kepada Pos-Kupang.Com, Kamis (17/10/2019) di Gedung DPRD Kabupaten Ende.

Golkar Siapkan 4 Nama Untuk Calon Bupati Ende, Siapa Saja? Lihat Beritanya

Ahmad yang dikonfirmasi mengenai patron penyakit di Kabupaten Ende pada tahun 2019 mengatakan bahwa penyakit rabies merupakan penyakit yang menempati urutan pertama jenis penyakit yang menonjol di Kabupaten Ende.

"Untuk saat ini rabies menempati urutan pertama jenis penyakit di Kabupaten Ende pada tahun 2019," kata Ahmad yang ditemui seusai mengikitu Rapat Kerja dengan Komisi 3 DPRD Kabupaten Ende.

Ahmad mengatakan bahwa dari 1.300 warga yang terkena gigitan HPR tercatat ada 26 orang yang dinyatakan positif mengandung penyakit rabies.

Di Manggarai, Emas Bernilai Puluhan Juta Milik Mateus dan Maria Digasak Emanuel

Ahmad mengatakan bahwa mengingat penyakit rabies masih menjadi ancaman bagi masyarakat Kabupaten Ende maka diharapkan kepada masyarakat di daerah itu senantiasa waspada agar tidak menjadi korban penyakit rabies.

Pihaknya bersyukur bahwa dari 26 orang yang dinyatakan positif penyakit rabies tidak ada yang jatuh korban atau meninggal.

Menurut Ahmad saat ini sudah ada kesadaran dari masyarakat yang dengan sukarela atau kesadaran sendiri datang ke Dinas Kesehatan Kabupaten Ende guna mendapatkan suntikan vaksin anti rabies (VAR).

Untuk stok VAR ujar Ahmad stok masih mencukupi untuk tiga bulan kedepan. Dengan demikian apabila ada masyarakat yang apabila terkena gigitan HPR masih bisa dilayani dengan suntikan VAR.

Oleh karena itu Ahmad meminta kepada masyarakat apabila terkena gigitan HPR baik itu anjing dan kucing juga kera agar segera mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten Ende guna mendapatkan suntikan VAR dengan mambawa rujukan dari Puskesmas di masing-masing kecamatan atau wilayah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved