Pita Putih Indonesia Komit Bantu Pemerintah NTT Cegah Stunting

Lembaga Pita Putih Indonesia Berkomitmen Membantu Pemerintah Provinsi NTT Cegah Stunting

Pita Putih Indonesia Komit Bantu Pemerintah NTT Cegah Stunting
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Ketua PPI NTT Dra. Kristofora B. Bantang saat memberikan sambutan dalam kegiatan penguatan kapasitas fasilitator PPI di Hotel Swiss Belinn Kristal Kota Kupang, Rabu (16/10/2019) 

Lembaga Pita Putih Indonesia Berkomitmen Membantu Pemerintah Provinsi NTT Cegah Stunting

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pita Putih Indonesia (PPI) berkomitmen membantu pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mencegah stunting di wilayah provinsi tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Dra.Kristofora B. Bantang, kepada POS-KUPANG.COM, usai dirinya dilantik menjadi Ketua PPI yang baru dilantik, di Hotel Swiss Belinn Kristal Kota Kupang, Rabu (16/10/2019) oleh Ibu Arthia Moersatio, Sekretaris PPI Pusat.

Soeratin Cup 2019, Persebata Buka Peluang Lolos Putaran Kedua

Langkah awal PPI NTT dalam rangka mencegah stunting dengan penguatan kapasitas fasilitator PPI dalam Optimalisasi Germas dan Pencegahan Stunting. Hal ini menjadi poin penting dalam diskusi sejumlah stakeholder yang hadir.

Peserta dalam kegiatan penguatan kapasitas fasilitator PPI ini antara lain Pita Putih Indonesia Provinsi dan Kabupaten di NTT, Dinas terkait baik Provinsi dan Kabupaten dalam hal ini Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak NTT, BKKBN, Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Pertanian.

Persib Bandung Terpuruk, Pelatih Robert Yakin Maung Bandung Bisa Bersaing di Sisa Pertandingan

Kristofora menjelaskan, agenda penting PPI NTT hari ini yakini mengesahkan kepengurusan Pita Putih Indonesia, komitmen dan kebijakan pencegahan penurunan stunting, pembekalan dan penguatan fasilitator yang akan dilanjutkan dengan kegiatan di Kecamatan Molo Tengah kabupaten TTS, bagian dari upaya pencegahan stunting.

Narasumber kegiatan ini antara lain, Kementrian Kesehatan RI, Pita Putih Indonesia Pusat dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Kristofora menjelaskan, NTT merupakan penderita Stunting tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, lanjutnya, perlu sosialisasi hidup sehat.

"Perlu makanan sehat dan mempersiapkan reproduksi itu bagaimana anak nanti lahir bagus dan pola asupan makanan yang diberikan juga bagus sehingga penderita Stunting di NTT berkurang atau tidak ada lagi," jelasnya.

Untuk mendukung komitmen mencegah stunting di NTT, kata Kristofora, pihaknya, mengajak ibu-ibu PKK Kota Kupang, Dharma Wanita dan berbagai organisasi perempuan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sosialisasi.

"Tentunya ini butuh kerja sama yang apik dari banyak pihak. Jadi PPI sangat mengharapkan dukungan dari organisasi wanita, organisasi keagamaan maupun Pemerintah Nusa Tenggara Timur mendukung PPI mencegah stunting di NTT," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved