Perpustakaan Daerah NTT Menuju Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Lembaga perpustakaan daerah Provinsi NTT menuju Perpustakaan berbasis inklusi sosial

Perpustakaan Daerah NTT Menuju Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Kegiatan Peer Learning Meeting Provinsi Nusa Tenggara Timur Perpustakaan Daerah NTT Menuju Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Hotel Swiss Belinn Kristal Kota Kupang, Rabu (16/10/2019). 

Lembaga perpustakaan daerah Provinsi NTT menuju Perpustakaan berbasis inklusi sosial

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Perpustakaan Nasional berkolaborasi dengan Perpustakaan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) dalam rangka mentransformasi Perpustakaan Daerah NTT menjadi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Hal itu dibahas dalam Peer Learning Meeting Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berlangsung di Hotel Swiss Belinn Kristal Kota Kupang, Rabu (16/10/2019). Kegiatan ini akan berlangsung hingga 18 Oktober 2019.

Bupati Tahun Dukung Adanya Kantor BNN di Kota SoE

Peserta dalam kegiatan ini yakni staf Perpustakaan Provinsi, Kabupaten atau Desa yang menjalankan transformasi Perpustakaan berbasis Industri Sosial.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Provinsi NTT, Stefanus Ratoe Oedjoe.

Dalam sambutannya, Stefanus mengatakan, keberadaan perpustakaan harus dirancang dengan baik sehingga memiliki manfaat yang tinggi bagi masyarakat.

Kebakaran di Maumere, Thomas Lihat Api Muncul dari Dinding Rumah Kontrakan

Dikatakannya, saat ini ada beberapa Kabupaten di NTT yang akan menerapkan Perpustakaan berbasis inklusi sosial, antara lain, Kabupaten Alor, Kabupaten Kupang, Sikka, Belu, Sumba Barat Daya, Ende dan Timor Tengah Utara.

Sementara itu Nurhadi Saputra, S.Sos, M.Si, selaku Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Perpustakaan Nasional mengatakan, Program transformasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial harus dimaksudkan bisa menjangkau masyarakat hingga ke Pedesaan.

Hal itu dilakukan dalam rangka mendekatkan masyarakat pedesaan terhadap akses informasi yang berkualitas dan mengurangi kesenjangan dengankependudukan Perkotaan dan mengurangi angka urbanisaai.

Dijelaskannya, tujuan Kegiatan ini, yakni memfasilitasi proses belajar dan berbagi Pengalaman antar Perpustakaan, memotivasi dan membangun kepercayaan diri peserta untuk terus melaksanakan rencana kerja transformasi Perpustakaan ditingkat Kabupaten maupun desa.

"Selain itu untuk memperkuat proses Monitoring dan monitoring perpustakaan kabupaten maupun desa,dan berbagi pengetahuan untuk kesejahteraan," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved