Pemilihan Ketua Umum PSSI

Masyarakat Gila Bola NTT Kecam Sikap Asprov PSSI NTT

Nama Fary Francis kian menguat di kalangan pemilik hak suara. Hal ini membuat Komunitas Masyarakat Gila Bola (NTT mengecam Asprov PSSI NTT.

Istimewa
Melkisedek Lado Madi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Politisi Partai Gerindra asal NTT, Fary Djemi Francis benar- benar menjadi kuda hitam dalam bursa calon Ketua Umum PSSI. Setelah mengerucut nama- nama calon ketua, nama Fary kian menguat di kalangan pemilik hak suara. Namun di lain pihak, Komunitas Masyarakat Gila Bola (MasGibol) NTT mengecam Asprov PSSI NTT.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang, paling tidak saat ini sudah ada tujuh Asprov PSSI di Indonesia yang mengatakan siap memberikan suaranya bagi Fary Francis. Jumlah ini belum ditambah 16 voters lain dari klub pemilik hak suara.

"Semoga dukungan ini menjadi hal positif bagi kita untuk sepakbola Indonesia. Saat ini sudah ada 16 voters yang siap mendukung ditambah 37 lainnya yang sudah ada komunikasi dengan mereka. Ini semakin positif," tegas Fary saat dihubungi, Selasa (15/10/2019).

Fary mengaku sedikit kecewa dengan pernyataan Sekjen Asprov PSSI NTT, Drs. Lambertus Ara Tukan, MM yang seolah-olah 'mendewakan' kandidat lainnya yang didukung.

"Pernyataan Lambert menyatakan seluruh asprop sudah ke kandidat lain bisa di konfrontasi ke asprop lainnya. Saya juga pendekatan dengan asprov lain dan mereka terbuka dengan saya. Bahkan ada beberapa asprop yang sudah memberi suaranya ke saya. Jadi tidak benar kalau seluruh asprov sudah ke Iwan Bule. Dan, harus diingat juga, selain asprov ada klub liga 1, 2 dan 3 sebagai voters. Apakah asprov tidak menghitung itu," kata Fary.

Terkait pernyataan Lambertus Tukan yang mengatakan mendukung Iwan Bule, komunitas pelaku bola di NTT yang tergabung dalam Masyarakat Gila Bola (MasGibol) mengecamnya. Melkisedek Lado Madi, Elia Izaac, Charlos Bonita, Zulkifly Umar, Abdul Muis, Muchlis Lapitonung, David Fulbertus, Imin Oematan, Habibie Johar, Isidorus Lilijawa, Yanto Jalil, Saleh Sagran dan lainnya mengatakan, pernyataan tersebut menunjukkan seperti Asprov PSSI NTT.

"Kita harus tanya kepada Asprov PSSI NTT untuk menjelaskan apa alasan mereka tidak mendukung putra daerah. Saya mau tanya, apa kontribusi yang diberikan Iwan Bule bagi sepakbola NTT. Bandingkan dengan Pak Fary. Asprov sepertinya buta dengan kondisi ini. Tiba- tiba saya ingin menulis, musuh terbesar kita sering datangnya dari lingkungan sekitar kita. Sering terjadi kita hanya antisipasi musuh yang datang dari luar sehingga kadang melupakan musuh di sekitar kita," kata pembina SSB Bali United Kristal Kupang, Imin Oematan.

"Harusnya Asprov PSSI NTT punya sikap. Apa yang mereka takutkan? Alasan pilih Iwan bule karena asprov lain pilih dia. Ini alasan yang mengada-ada. Kalau ada faktor lain, Asprov PSSI NTT harus berani omong. Ini faktor kepentingan. Kalau urus bola untuk perkaya diri begini sudah. Tidak punya pendirian," tegas Habibie Johar.

Mantan Wakil Ketua PSSI Kota Kupang, Melkisedek Lado Madi mengatakan, Lambertus mengeluarkan pernyataan seperti karena tidak pernah paham bagaimana mengelola klub atau SSB. "Yang saya maksud kelola klub secara berjengjang, secara rutin, tanpa putus. Kalau PSSI NTT hanya bisa datang dan duduk lihat orang bikin event, jangan omong terlalu banyak dan bikin segampamg yang mereka mau. Lambertus memang tidak pernah kelola klub atau SSB jadi tidak tahu bagaimana urus bola yang benar," tegasnya.

Elia Izaac dan lainnya mengatakan, harusnya Asprov PSSI NTT melihat apa yang sudah dilakukan Fary Francis bagi sepakbola di NTT. "Pak Fary itu bukan politisi yang masuk ke sepakbola. Tapi dia itu orang bola yang jadi politisi. Ini beda dengan mereka yang urus bola dicampur politik. Sangat tidak layak," tegas pembina Elia Izaac. **

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved