Empat Patok Batas Negara Indonesia-Timor Leste Hilang, Ini Reaksi TNI di Perbatasan

Empat patok batas negara Indonesia-Timor Leste hilang, ini reaksi TNI di perbatasan

Empat Patok Batas Negara Indonesia-Timor Leste Hilang, Ini Reaksi TNI di Perbatasan
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Personil Pos Turiscain Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ saat lakukan patroli patok batas negara di wilayah binaannya di Desa Maumutin, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Rabu (16/10/2019). 

Empat patok batas negara Indonesia-Timor Leste hilang, ini reaksi TNI di perbatasan

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Personil Pos Turiscain Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ melaksanakan patroli patok batas negara di wilayah binaannya di Desa Maumutin, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Hasil patroli tersebut dilaporkan empat Patok Batas Negara (PBN) dan satu Border Sign Post (BSP) hilang serta satu PBN rusak. Sedangkan 10 PBN dan satu Common Border Datum Reference Frame (CBDRF) dalam kondisi baik.

Laga Uji Tanding Persib Bandung Jumpa klub Bundesliga 2, Hamburger SV

Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol (Inf) Ikhsanudin, S.Sos.,M.M kepada wartawan (16/10/2019).

Dikatakannya, Personil Pos Turiscain Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ melaksanakan patroli patok di wilayah tugasnya. Jumlah patok yang menjadi tanggungjawab Pos Turiscain sebanyak 20 yang terdiri dari satu
Common Border Datum Reference Frame (CBDRF), sembilan Border Sign Post (BSP) dan 10 Patok Batas Negara (PBN).

Bermain Imbang Lawan Borneo FC, Persib Bandung Terlempar dari 10 Besar Klasemen Liga 1

Patroli patok dipimpin langsung Komandan Pos (Danpos) Turiscain Lettu (Inf) Oslan Purba dan sesuai SOP, personel patroli berjumlah tujuh orang dengan tugas masing-masing yaitu, Pok Pam Depan dua orang, Danpat, Tayanrad, Pok Penyergap dua orang dan satu orang sebagai Pam belakang.

Hasil patroli tersebut dilaporkan bahwa empat PBN dan satu BSP hilang. Meski terjadi demikian, reaksi prajurit TNI yang sedang berpatroli tetap tenang sembil mengecek secara cermat. Dari hasil pengecekan ternyata patok yang hilang itu akibat terhanyut banjir. Selain patok hilang, ada satu PBN juga rusak.

Sedangkan patok yang lain dalam kondisi baik dan sesuai dengan koordinatnya. Patok batas yang hilang tersebut sudah dilaporkan ke satuan atas.

"Setelah dilakukan pengecekan oleh personel patroli bahwa terdapat patok plat besi parasit hilang karna hanyut terbawa air sungai, sehingga akan dilaporkan kepada satuan atas," kata Iksanudin.

Ikhsanudin mengatakan, patroli patok merupakan tugas pokok Satgas Pamtas sehingga kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh personil satgas di setiap pos yang berada di Sektor Timur.

Para prajurit konsisten dengan tugas pokoknya sehingga medan yang dinilai cukup berat tidak menjadi penghalang bagi TNI untuk melaksanakan tugas.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa medan di daerah ini terdiri dari sungai yang kering dengan bebatuan besar dan tanah yang rawan longsor. Hal ini membutuhkan peningkatan kewaspadaan dari tiap-tiap personel dalam setiap langkahnya selama satu hari. Ditambah lagi jarak yang cukup jauh dan jumlah patok yang cukup banyak," ungkap Ikhsanudin.

Lanjut Ikhsanudin, jarak patok demi patok kelihatan sangat dekat di atas peta, akan tetapi setelah melihat kondisi medan di lapangan, perjalanan terasa amat jauh.

Meski medan yang sangat berat namun regu patroli Pos Turiscain harus melakukan pengecekan satu persatu patok yang menjadi tanggung jawabnya. Saat patroli yang melintasi hutan-hutan dan bukit-bukit, mereka tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan.

Danpos Turiscain Lettu (Inf) Oslan Purba menambahkan, kegiatan patroli berjalan aman dan lancar. Mereka awali patroli dengan brefing singkat dan doa bersama di pos. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved