BREAKING NEWS : Maksimus Elu, Kepala Desa Manamas Ditahan Kejari TTU

Maksimus Elu ditahan bersama dengan salah seorang tersangka lainnya bernama Maksimus Elu Bobo, yang berperan sebagai bendahara desa di desa itu.

BREAKING NEWS : Maksimus Elu, Kepala Desa Manamas Ditahan Kejari TTU
POS KUPANG/THOMAS MBENU NULANGI
Kepala Desa Manamas, Maksimus Elu hendak menuju mobil tahanan Kejari TTU, Selasa (15/10/2019). 

BREAKING NEWS : Maksimus Elu, Kepala Desa Manamas Ditahan Kejari TTU

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Kepala Desa Manamas, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Maksimus Elu ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU, Selasa (15/10/2019).

Maksimus Elu ditahan bersama dengan salah seorang tersangka lainnya bernama Maksimus Elu Bobo, yang berperan sebagai bendahara desa di desa itu.

Keduanya ditahan oleh jaksa karena diduga kuat terlibat dalam sejumlah proyek di desa tersebut. Sejumlah proyek itu dikerjakan melalui dana desa pada tahun anggaran 2017 dan 2018.

Kasi Pidsus Kejari TTU, Noven Bulan mengungkapkan, sebelum dilakukan penahanan, pihaknya melakukan pemeriksaan serta penetapan tersangka terlebih dahulu kepada keduanya.

"Hari ini keduanya kita tetapkan tersangka, kemudian kita lakukan pemeriksaan, dan langsung tahan selama 20 hari kedepan ditingkat penyidikan," ungkap Noven kepada Pos Kupang saat dtemui di Kantor Kejari TTU, Selasa (15/10/201.

Noven mengatakan, penahanan terhadap kedua orang tersangka itu dilakukan karena keduanya sudah tiga kali mangkir dari panggilan jaksa dan tidak kooperatif dalam memberikan keterangan.

"Sehingga hari ini yang bersangkutan datang, kita lakukan pemeriksaan dan langsung lakukan penahanan kepada tersangka agar dapat memudahkan kita dalam melakukan penyelidikan terhadap kasus ini," tegasnya.

Sebelumnya, pihak Kejari Kabupaten TTU merilis jumlah kerugian nagara yang ditimbulkan dari kasus korupsi dana desa di Desa Manamas mencapai Rp. 400 juta lebih.

Total kerugian negara sebanyak itu sudah sesuai dengan laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari Badan Inspektorat Kabupaten TTU yang telah ditandatangani Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes.

Terkait dengan keterlibatan bendahara desa, jelas Noven, antara kepala desa dan bendahara, keduanya menyetujui pencairan dana untuk beberapa proyek yang belum dikerjakan sampai dengan seratus persen.

"Tapi oleh bendahara dan kepala desa, mereka kemudian melakukan pertanggungjawaban sampai 100 persen," terangnya.

Terlalu Banyak Tidur Bisa Tingkatkan Resiko Kematian, Simak Hasil Penelitiannya

Kenali Khasiat Tanaman Daun Dewa, Manjur Untuk Urusan Kesehatan Reprodusi Pria

Noven mengatakan, kedua tersangka kasus korupsi dana desa Manamas tersebut ditahan selama 20 hari kedepan dengan tujuan untuk memudahkan proses penyelidikan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved