Sidang Korupsi NTT Fair, Saksi dari Cianjur Dua Kali Cabut Keterangan, Hakim Berang dan Ancam Ini

Sidang Korupsi NTT Fair, saksi dari Cianjur dua kali cabut keterangan, hakim berang dan ancam ini

Sidang Korupsi NTT Fair, Saksi dari Cianjur Dua Kali Cabut Keterangan, Hakim Berang dan Ancam Ini
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Saksi saat diminta untuk membaca kembali keterangannya pada sidang lanjutan perkara korupsi NTT Fair di Pengadilan Tipikor pada Senin (14/10/2019). 

Sidang Korupsi NTT Fair, saksi dari Cianjur dua kali cabut keterangan, hakim berang dan ancam ini

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang berang saat sidang dengan agenda pemeriksaan saksi untuk terdakwa Ir Hadmen Puri.

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Kupang pada Senin (14/10/2019) siang itu, ketua majelis hakim Dju Johnson Mira Mangngi berang karena salah satu saksi, Ir Bayu Muhammad Yunus yang didatangkan penuntut umum dari Cianjur dua kali mencabut keterangan saat dikonfirmasi oleh hakim.

BREAKING NEWS: Dua Petarung Asal NTT Dapat Medali Emas di Brebes Jawa Tengah

Saat diminta klarifikasi terkait statemen yang menyebut soal keterlibatan orang yang dipanggil "bapa" oleh terdakwa Linda Ludianto, saksi Bayu dua kali melakukan bantahan terhadap keterangan yang ditandatanganinya dalam salinan berita acara pemeriksaan (BAP) penuntut umum.

Setelah bantahan kedua, ketua majelis hakim meminta saksi untuk maju dan membaca keterangan yang dibuatnya di berkas yang dipegang ketua majelis hakim. Saksi yang merupakan "penghubung" antara terdakwa Linda Ludianto itu tampak terbata bata dan mencoba untuk memberi alibi di hadapan majelis hakim dan sidang.

Final Pemkab Manggarai Barat Siapkan Anggaran Pilkada Rp 37 M Lebih untuk KPU dan Bawaslu

"Jangan semudah itu mencabut-cabut keterangan, jangan sampai saya lebih tegas, kalau tidak memberi keterangan yang logis maka itu artinya saudara memberi keterangan palsu," tegas Dju Johnson kepada saksi.

Saksi yang mengaku "membantu" Linda Ludianto untuk mencarikan bendera dan mengurus proses tender itu tampak beberapa kali mengajukan alasan demi alasan.

"Kau punya peran untuk membantu Linda (Ludianto) meminjam bendera, kau punya peran besar. Sudah tahu Linda tidak punya SBU harusnya tidak boleh. Bersyukur kau belum dijadikan tersangka, tetapi kalau saya sebagai penyidik kau kena," timpal Dju Johnson yang didampingi hakim anggota Ari Prabowo SH dan Alli Muhtarom SH.

Mantan ketua PN Ciamis ini kemudian memperingatkan saksi.

"Kita tahu apa perannya, ada 104 poin daripada intisari dakwaan ini. Ini (pencabutan keterangan) yang sudah kedua maka saya kasih peringatan. Kau insinyur, jangan bersilat lidah disini," tegas Dju Johnson.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved