Petani Watumbaka, Sumba Timur Panen Sayur dan Jagung Saat Kemarau Panjang
Para petani Watumbaka, Sumba Timur panen sayur-sayuran dan jagung saat Kemarau panjang
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
Para petani Watumbaka, Sumba Timur panen sayur-sayuran dan jagung saat Kemarau panjang
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Sumba Timur mengakibatkan sebagian warga menderita krisis rawan pangan dan air bersih.
Namun tidak bagi puluhan anggota kelompok tani Marangga Luri Watumbaka, di Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Meskipun ditengah kekeringan yang melanda mereka malah panen aneka sayuran dan jagung yang berlimpah.
• BREAKING NEWS: Suami Miliki Wanita Idaman Lain, Istri Minum Obat Overdosis Hingga Nyaris Tewas
Ketua kelompok Marangga Luri, Nggaba Kamangi, Kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (13/10/2019) mengaku, ditengah kemarau panjang yang melanda mereka pun memanfaatkan air sungai Watumbaka untuk mereka membudidayakan sayur-sayuran dan jagung.
Kata dia, untuk tidak membutuhkan tenaga yang besar untuk mengangkut air siram sayur secara manual dan tanpa harus membeli BBM fosil, mereka pun memanfaatkan pompa barsha buatan Aqsta Belanda untuk menyirami sayuran dan jagung yang mereka budidayakan itu.
• Anda Ingin Bepergian Jauh Menggunakan Moda Transportasi Pelayaran Kapal Pelni? Ini Jadwalnya
"Kami sewa pakai pompa barsha milik Yayasan Komintas Radio Max Waingapu, pihak Yayasan juga langsung mendampingi kami untuk cara pengolahan dan cara tanamnya, serta dampingi cara pembuatan pupuk organik cair. Kita tanam berbagai macam sayur, ada Sayur Kol, kacang panjang, pitsai, semangka terong, tomat dan sebagainya juga kita juga tanam jagung,"kata Nggaba.
Nggaba mengaku, berkat pompa barsha dan dampingan pihak Yayasan, kini mereka sudah panen sayur yang melimpah dan juga jagung kini siap panen dan pastinya hasilnya memuaskan.
"Untuk sayurnya kami jual ke warga sekitar dan ada juga kami bawa dan dijual di pasar inpres Waingapu. Sebelumnya kami hanya menanam paling 5 bedeng sayur karena ada air sungai tetpi disirma manual, sekarang dengan memakai pompa barsha kami bisa kerja sekitar 0.5 ha di isi berbagai tanaman, karena sistim penairan diatur tim kerja Yayasan Komunitas Radio Max sehingga kami tinggal buka keran air langsung digunakan di kebun menggunakan springkler,"ungkap Nggaba dengan tersenyum.
Direktur Yayasan Komunitas Radio Max Waingapu, Heinrich Dengi juga kepada POS-KUPANG. COM, mengatakan,
Petani di Watumbaka Sumba Timur, tetap bisa panen dan menanam berbagai macam sayur di kebun sekitar sungai berkat menggunakan pompa Barhsa tanpa menggunakan BBM fosil. Air dipompa dengan Pompa Barsha setiap hari di kebun Watumbaka sebnyak 25 ribu liter.
Kata dia, air yang dipompa itu dimanfaatkan oleh petani sekitar untuk menanaman berbagai macam sayur, ada Sayur Kol, kacang panjang, pitsai, semangka terong , tomat dan sebagainya serta petani Watumbaka juga menanam jagung.
Adi Lagur dari Yayasan Komunitas Radio Max Waingapu juga mengatakan ini merupakan program EASI Pay melibatkan banyak kelompok tani di Sumba dan Flores dan salah satunya kelompok tani Marangga Luri di Watumbaka. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/petani-watumbaka-sumba-timur-panen-sayur-dan-jagung-saat-kemarau-panjang.jpg)