Menteri Jonan Kabulkan Semua Permintaan Bupati Lembata

Bupati Sunur menyebutkan sektor-sektor unggulan dan potensial di Kabupaten Lembata bersentuhan langsung dengan ketiga masalah ini.

Menteri Jonan Kabulkan Semua Permintaan Bupati Lembata
POS KUPANG/RICARDUS WAWO
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan datang ke Kabupaten Lembata dan langsung meresmikan SPBU Balauring, Kecamatan Omesuri pada Jumat (11/10/2019). 

Menteri Jonan Kabulkan Semua Permintaan Bupati Lembata

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Kedatangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Ignasius Jonan ke Lembata untuk meresmikan SPBU Kompak Desa Balauring, Kecamatan Omesuri rupanya benar-benar dimanfaatkan oleh Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur.

Selain mendoakan Ignasius Jonan menjabat sebagai menteri lagi, dalam acara peresmian secara simbolis 13 Penyalur BBM Satu Harga di Indonesia itu Bupati Sunur juga menyampaikan sederet masalah yang ada di Kabupaten Lembata di antaranya, keterbatasan pasokan listrik, masalah air bersih dan distribusi BBM sampai ke pelosok desa.

Bupati Sunur menyebutkan sektor-sektor unggulan dan potensial di Kabupaten Lembata bersentuhan langsung dengan ketiga masalah ini.

"Masalah listrik sampai sekarang masih ada. Semoga 2020 sudah terang 100 persen. Ada beberapa desa yang sangat jauh dari PLN. Kalau memang masih lama PLN masuk mungkin bisa dengan PLTS terpusat," keluhnya di SPBU Kompak Balauring, Jumat (11/10/2019).

Perihal air bersih, jelas Bupati Sunur, Kabupaten Lembata mempunyai potensi air bersih tetapi kebanyakan mata air ada di lembah sementara rata-rata desa ada di atas ketinggian bukit. Dia meminta Menteri Jonan bisa membantu supaya dipakai sumur bor dan digerakkan dengan tenaga listrik.

Selain itu, Bupati Sunur juga mengungkapkan masalah distribusi dan kuota BBM di Lembata.

Dia meminta supaya masyarakat yang ada di pelosok desa juga bisa menikmati harga BBM di bawah Rp10 ribu.

"Penyalur dengan masyarakat jauh. Kalau berkenan pemda adakan sub sub penyalur di desa supaya desa desa bisa nikmati harga di bawah 10 ribu."

Menteri Jonan langsung mengabulkan permintaan diadakannya sub penyalur dan meminta bupati berkoordinasi dengan BPH Migas. Sub penyalur juga nanti secara mandiri bisa diubah menjadi Mini SPBU.

Dia juga meminta pihak Pertamina menambah tiga kendaraan angkutan darat untuk distribusi BBM.

"Angkutan laut pilihannya ada dua. Satu dengan kapal yang lebih besar tapi harus merubah pelabuhan. Ini terlalu lama. Saya kira kapalnya yang seperti sekarang tapi ditambah dua atau tiga."

Menteri Jonan juga mengabulkan permintaan bupati terkait PLTS terpusat. Oleh karena itu, dia meminta Bupati Sunur untuk mengirim surat saja sehingga tidak perlu mengurusnya di Jakarta lagi.

"Bapak hanya menyediakan lahan. Kalau lahannya ada langsung kami bangun pakai dana APBN."

Perihal sumur bor, dia menyarankan supaya Pemkab Lembata menyurati Kementerian ESDM dan akan dicocokkan dengan program Pemprov NTT yang sudah ada.

Desa Kojadaoi dari Sikka Raih ISTA 2019 Kementarian Pariwisata dan Kebudayaan RI

BREAKING NEWS : Di Ngada Rumah Milik Gregorius Ludes Terbakar, Simak Liputannya!

Ini Deretan Artis Cantik yang Nikahi Tentara Nomor 1 Bikin Publik Heboh, Bikin Status Wiranto Juga?

"Sementara ini kami sudah alokasikan 341 rumah pasang listrik gratis. Biaya pasangnya gratis, listriknya bayar. Yang sekarang sudah terpasang 202. Tolong verifikasinya ini supaya bisa berjalan cepat. Kalau ada saudara-saudara yang tidak mampu bayar sambung listrik, ini kan 341, bapak minta dua ribu atau tiga ribu lagi saya kasi," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RIcko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved