Cerita Kades Taekas di TTU Tentang Satu Keluarga di Desanya yang Menjadi TKI

kelima anak Fransisko Kolo dan Marsiana Kapitan yang masih kecil, tinggal bersama dengan neneknya di kampung di Desa Taekas.

Cerita Kades Taekas di TTU Tentang Satu Keluarga di Desanya yang Menjadi TKI
(Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi TKI 

Cerita Kades Taekas di TTU Tentang Satu Keluarga di Desanya yang Menjadi TKI

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Satu keluarga di Desa Taekas, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negeri Jiran Malaysia.

Mereka adalah Fransisko Kolo dan istrinya Marsiana Kapitan. Kedua suami istri itu meninggalkan lima orang anaknya untuk pergi mencari nafkah di negeri seberang.

Sejak dua tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2017, Fransisko Kolo meninggalkan kampung halaman untuk mengadu nasib di negeri Malaysia.

Tak lama berselang, setahun kemudian, Fransisko Kolo lalu mengajak istrinya Mardiana untuk pergi bersamanya ke Malaysia. Kini pasangan suami dan istri tersebut sudah bekerja di sana.

"Sekarang mereka dua sudah di Malaysia semua. Mereka kerja di sana sudah dua tahun lebih," kata Kepala Desa Taekas, Algorius Kapitan kepada Pos Kupang, Jumat (11/10/2019).

Saat ini, ungkap Algorius, kelima anak Fransisko Kolo dan Marsiana Kapitan yang masih kecil, tinggal bersama dengan neneknya di kampung di Desa Taekas.

Anak pertama dari keluarga itu, kata Algorius, sudah menempuh pendidikan di sekolah menengah pertama. Anak kedua dan ketiga saat ini sudah masuk SD, dan anak keempat kembar masih berumur sekitar tiga tahun.

"Dan mereka dua (Fransisko Kolo dan Marsiana Kapitan) perhatikan seolah anaknya. Mereka kirim uang untuk biaya kehidupan dan sekolah anak-anak mereka," ungkapnya.

Algorius mengatakan, ia tidak mengetahui pasti alasan kenapa sampai pasangan suami istri itu pergi mencari pekerjaan sampai di Malaysia. Sebab, di desa, Fransisko Kolo memiliki lahan yang dapat diolah.

"Kemungkinan mereka mau cari uang untuk sekolahkan anak-anak. Karena kalau di desa sudah sekali mendapatkan uang, makanya mereka pergi ke Malaysia," ungkapnya.

Kapolres TTU Sebut Belum ada Korban Fintech yang Melapor

Tidak Mudah Tertipu ! Kenali Dulu Modus Investasi Bodong,14 Entitas Tidak Terdaftar dan Diawasi OJK

Algorius berharap, keluarga tersebut dapat memperhatikan sekolah anak-anak sehingga dapat menjadi TKI yang bermanfaat bagi keluargannya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved