600 Siswa SD Di Nangapanda Ikut Test Psikologi

600 orang siswa dari 16 sekolah yang ada di Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, mengikuti test psikolog yang diberikan oleh tim psikolog

600 Siswa SD Di Nangapanda Ikut Test Psikologi
POS KUPANG/ISTIMEWA
Siswa SDK Detukune Mengikuti Test Psikolog Yang Diberikan Tim Dari Universitas Indonesia. 

600 Siswa SD Di Nangapanda Ikut Test Psikologi

POS-KUPANG.COM|ENDE---600 orang siswa dari 16 sekolah yang ada di Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, mengikuti test psikolog yang diberikan oleh tim psikolog dari Universitas Indonesia.

Psikolog dari Universitas Indonesia, Ika Agustina mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Kamis (10/10/2019) saat ditemui di SDK Detukune, Desa Jenggarangga, Kecamatan Nangapanda.

Ika mengatakan test psikolog itu dilakukan guna mengetahui aspek kognitif dari para siswa dalam hubungannya dengan pendidikan di sekolah maupun lingkungan juga keluarga.

Ika mengatakan bahwa dari hasil penelitian kepada para siswa dari 16 sekolah yang ada di Kecamatan Nangapanda atau terhadap 600 orang siswa yang ada di daerah itu ditemukan bahwa masih ada siswa yang masih suka menyontek.

Hal yang mendasari para siswa masih suka menyontek karena mereka kurang percaya diri dengan kemampaun yang mereka miliki sehingga untuk menyelesaikan suatu pekerjaan di sekolah para siswa tersebut berusaha menyontek tanpa berusaha menyelesaikan pekerjaan sendiri,ujar Ika.

“Hal yang sederhana adalah ketika tim memberikan soal psikolog kepada para siswa mereka tidak mengerjakan sendiri namun berusaha melihat teman yang ada di sebelahnya,”kata Ika.

Ika mengatakan bahwa hal lain yang ditemukan oleh tim psikolog Universitas Indonesia adalah masih ada oknum guru yang melakukan pendekatan fisik kepada para siswa meskipun dilakukan dengan cara yang halus.

“Kita lihat ada oknum guru yang masih memegang rotan meskipun tidak langsung dipukul kepada para siswa namun itu terkesan seperti bentuk intimidasi kepada para siswa,”kata Ika.

Anda Ingin Berlayar ke Larantuka Hari Ini? Ini Jadwalnya!

Tiga Pimpinan DPRD Kabupaten TTU Resmi Dilantik

Polres Sumba Timur Bekuk 2 Pelaku Penipuan, Korban Alami Kerugian Rp 624 Juta, Begini Kronologinya!

Menurut Ika pola-pola pendekatan fisik maupun intimidasi kepada para siswa tentu tidak dibenarkan karena akan berpengaruh kepada perkembangan jiwa dari siswa itu sendiri.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved