Susi: Tidak Ada Hubungan Penenggelaman Kapal Ilegal dengan Kaburnya Investor dari Indonesia

Kata Susi Pudjiastuti: tidak ada hubungan penenggelaman kapal ilegal dengan kaburnya Investor dari Indonesia

Susi: Tidak Ada Hubungan Penenggelaman Kapal Ilegal dengan Kaburnya Investor dari Indonesia
KOMPAS.com/ FARID ASSIFA
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti minum kopi usai menenggelamkan kapal asing pencuri ikan di Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (7/10/2019). 

Kata Susi Pudjiastuti: tidak ada hubungan penenggelaman kapal ilegal dengan kaburnya Investor dari Indonesia

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Kata Susi Pudjiastuti: tidak ada hubungan penenggelaman kapal ilegal dengan kaburnya Investor dari Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan, tidak ada hubungan penenggelaman kapal ilegal dengan kaburnya investor dari Indonesia seperti yang diisukan belakangan ini.

"Ada yang bilang, katanya investor takut dengan penenggelaman kapal ya tidak benar. Orang mau investasi kok takut penenggelaman kapal. Memangnya yang investasi yang ditenggelamkan?," kata Susi di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Mudrick Sangidoe: Prabowo Sudah Berubah dan Tinggalkan Relawan Prabowo-Sandi Begitu Saja

Menurut Susi, anggapan tersebut terlalu mengada-ada dan tidak relevan. Pasalnya, upaya dilakukan pihaknya dengan menenggelamkan kapal ilegal merupakan bentuk kehadiran negara untuk menjaga sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

"Yang ditenggelamkan kan kapal pencuri ikan, yang nyolong. Ada yang bilang investor takut ketegasan ibu Menteri. Aneh," ujarnya.

Dia menyampaikan, pemerintah lewat Peraturan Presiden Nomor 44 tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha Tertutup dan Terbuka, dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal, secara tegas melarang investasi asing di sektor perikanan tangkap.

BREAKING NEWS: TNI Gagalkan Penyelundupan 280 Liter BBM di Perbatasan NTT-Timor Leste

Kendati demikian, masih ada sisi lain atau sub sektor yang bisa digarap investor asing di bidang kelautan dan perikanan.

"Investasi asing kan oleh Pak Presiden memang tidak boleh oleh Perpres 44 di bidang penangkapan ikan, tapi untuk prosesing, lain-lain, 100 persen sekarang boleh. Bikin pabrik perikanan 100 persen saham asing boleh. Itu keterbukaan kita," ungkapnya.

Dia mengatakan, pengawasan dan pengaturan ketat tersebut justru untuk meningkatkan ketersediaan sumber daya kelautan dan perikanan di Indonesia. Sehingga dapat meningkatkan produktivitasnya dan bisa dinikmati nelayan maupun masyarakat dalam negeri.

"Sumber daya perikanan dan kelautan kita sangat produktif. Makin dia diatur. Makin dijaga, makin produktif. Jadi orang gila kalau yang berpikir terlalu banyak larangan, bikin ikan susah," sebut dia.

Salah satu bukti penegakkan oleh KPP ialah mengagalkan penyelundupan benih lobster ke luar negeri dari sejumlah daerah. Bahka KKP berhasil mengagalkan 270 kasus penyelundupan benih lobster yang tercatat selama 2015-2019.

Upaya ini dilakukan oleh KKP, Polri, TNI Angkatan Laut, maupun Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan. (Kompas.com/Murti Ali Lingga)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Susi: Ada yang Bilang Investor Takut Ketegasan Ibu Menteri, Aneh...",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved