News

Polisi Ringkus Pemerkosa Gadis Disabilitas di Oinlasi-TTS, Ini Tempat Persembunyiannya

Akibat perbuatan pelaku, korban hamil dan melahirkan seorang anak bernama, Febrina Fallo Asbanu.

Polisi Ringkus Pemerkosa Gadis Disabilitas di Oinlasi-TTS, Ini Tempat Persembunyiannya
ISTIMEWA
Pelaku pemerkosaan gadis distabilitas, Wadi Asbanu (duduk) sedang berada di depan sel tahanan Mapolres TTS diapit anggota Buser Polres TTS 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Tim Buru Sergap (Buser) Polres TTS, dipimpin Bripka John Taniu, berhasil meringkus Wadi Asbanu, pemerkosa gadis disabilitas (bisu dan tuli) asal Desa Oinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan.

Akibat perbuatan pelaku, korban hamil dan melahirkan seorang anak bernama, Febrina Fallo Asbanu.

Wadi Asbanu dibekuk Tim Buser Polres TTS di kawasan Oesapa, Kota Kupang. Saat dibekuk di lokasi persembunyiannya, pelaku tidak melakukan perlawanan. Pelaku lalu digiring ke Polres TTS guna ditahan 20 hari ke depan.

Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto DS, SIK, dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, Iptu Jamari, SH, MH, Senin (7/10/2019), membenarkan penangkapan Wadi Asbanu.

Jamari mengatakan, sebelum dibekuk, Tim Buser terus memantau gerak-gerik pelaku. Pasalnya, pelaku yang merupakan warga Oinlasi sempat beberapa kali berpindah tempat pasca dilaporkan ke polisi atas perbuatannya di akhir tahun 2018 lalu. Setelah memastikan lokasi persembunyian pelaku, Tim Buser diterjunkan menangkapnya.

"Pelaku ini target operasi kita karena memperkosa gadis disabilitas hingga hamil dan melahirkan seorang anak perempuan. Pelaku langsung dikenakan status tersangka dan ditahan di sel Mapolres TTS," terang Jamari.

Pemerkosaan bermula ketika korban bekerja sebagai tukang cuci di rumah pelaku pada tahun 2018 lalu. Pemerkosaan berlangsung pada bulan Januari 2018, tak lama setelah korban bekerja di rumah pelaku.

Saat rumah sepi, pelaku memanfaat situasi itu untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Korban yang saat itu sedang mencuci ditarik paksa oleh pelaku ke dalam kamar lalu memperkosanya.

Korban yang bisu tidak bisa berteriak meminta tolong. Korban yang kalah tenaga hanya bisa pasrah saat pelaku melampiaskan nafsu bejatnya. Mirisnya, aksi bejat pelaku tak hanya sekali. Memanfaatkan keterbatasan korban, pelaku memperkosa korban empat kali hingga hamil.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved