OJK Mengajar 100 Perempuan di Kota Kupang

pertemuan ini sangat bermanfaat bagi kaum perempuan. Karena diketahui bersama dari sisi jumlah perempuan dan perannya sangat besar.

OJK Mengajar 100 Perempuan di Kota Kupang
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak NTT, Sylvia R Peku Djawang, memberikan sambutan pada kegiatan OJK Mengajar di Aula Rapat Lantai III Kantor OJK NTT, Kamis (10/10/2019). 

OJK Mengajar 100 Perempuan di Kota Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Tahun ini OJK Provinsi menyasar segmen kaum perempuan, UMKM dan mahasiswa untuk melakukan edukasi keuangan. Kali ini OJK menyasar kaum perempuan dengan teman "Pengenalan Jasa Keuangan, Cerdas Merencanakan Keuangan, Serta Mewaspadai Investasi Bodong".

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak NTT, Sylvia R Peku Djawang.

Sylvia melihat pertemuan ini sangat bermanfaat bagi kaum perempuan. Karena diketahui bersama dari sisi jumlah perempuan dan perannya sangat besar.

Dari sisi kualitatif kaum perempuan harus memberi peran yang baik bagi pembangunan di NTT.

"Kita tahu bahwa dulu perempuan dikatakan tidak berdaya guna. Tetapi pemerintah provinsi NTT memberi tantangan yang besar kepada perempuan NTT untuk bisa beri manfaat kepada pembangunan tidak hanya di urusan rumah tangga. Namun peran yang diberikan saat ini kedepan bahwa perempuan harus mengisi pembangunan segala aspek dari posisi masing-masing," ujarnya.

Dinas P3A, kata Sylvia, beberapa waktu lalu telah melakukan pelatihan-pelatihan kepada kaum perempuan dalam aspek ekonomi.

"Kita mengadakan Bimtek pangan lokal berbasis olahan kelor. Tidak hanya dikonsumsi begitu saja di rumaj, tepai bisa diolah menjadi lebih menarik seperti cemilan dan jajanan untuk menjadi nilai tambah," tuturnya.

Kemudian, di bidang keterampilan juga digelar Bimtek tenun ikat untuk menjadi aksesoris yang memberi nilai tambah bagi ibu-ibu. Karena ke depan akan terbuka peluang pasar yang besar.

"Kita tahu di NTT pariwisata menjadi yang utama sebagai penggerak ekonomi. Kami percaya bahwa secara angka 60 persen UMKM yang berkembang dikembangkan oleh kaum perempuan. Hal itu berarti kaum perempuan mempunyai daya upaya yang lebih tinggi. Ketika mengenal jasa keuangan maka akan mampu memanfaatkan dengan baik dan bisa merencanakan secara bijaksana setidak-tidaknya untuk usaha produktif," terangnta.

Para perempuan, lanjutnya, bisa merencanakan jasa keuangan bukan untuk konsumtif tetapi untuk produktif sehingga bisa memberi manfaat yang besar.

Ramalan Zodiak Besok Jumat 11 Oktober 2019 Cancer Galau Libra Disakiti Doi Pisces Waspada Usus Buntu

Kasus Dugaan Malpraktik di RS Leona Kefamenanu Ditingkatkan ke Penyidikan

Ia berharap dengan ini bisa memberi ruang yang besar kepada kaum perempuan, karena perempuan terus berbenah diri meningkatkan kemampuan dirinya untuk bersaing.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved