Menko Polhukam Wiranto Diserang, Ketua DPR RI, Puan Maharani Minta Masyarakat tak Berspekulasi

Soal Menko Polhukam Wiranto diserang, Ketua DPR RI, Puan Maharani minta masyarakat tak berspekulasi

Menko Polhukam Wiranto Diserang, Ketua DPR RI, Puan Maharani Minta Masyarakat tak Berspekulasi
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua DPR Puan Maharani saat memberikan keterangan kepada wartawan di media center, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/10/2019). 

Soal Menko Polhukam Wiranto diserang, Ketua DPR RI, Puan Maharani minta masyarakat tak berspekulasi

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Soal Menko Polhukam Wiranto diserang, Ketua DPR RI, Puan Maharani minta masyarakat tak berspekulasi.

Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta masyarakat tak berspekulasi terkait penyerangan Menko Polhukam Wiranto saat menghadiri acara di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Puan mengatakan, masyarakat harus mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

"Periksa pelakunya, dalami apakah ia lone wolf, bergerak sendiri, atau terkait jaringan teroris," kata Puan dalam keterangan tertulis, Kamis (10/10/2019).

Pertama Kali Pejabat Negara Diserang Dengan Tikaman, Wapres: SOP Pengamanan Ditingkatkan

Puan juga mengatakan, pihaknya mengecam peristiwa penyerangan terhadap Wiranto. Penyerangan itu, kata dia, merupakan bentuk teror.

Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya
Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya (KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM)

"Peristiwa itu merupakan bentuk teror. Setiap aksi teror, yang ditujukan kepada siapa pun, adalah sebuah kejahatan," ujar dia.

Ia menilai, aksi penyerangan terhadap Wiranto menunjukkan ancaman teroris nyata adanya. Puan menilai, kejadian yang menimpa Wiranto menunjukkan adanya kelompok yang mengedepankan aksi kekerasan di alam demokrasi.

Padahal, kata dia, dalam demokrasi, protes boleh disampaikan, tetapi tidak dengan membahayakan nyawa orang lain.

"Kita sudah sepakat bahwa demokrasi adalah cara untuk menyelesaikan segala persoalan bangsa. Protes boleh, tidak suka boleh, tapi kalau sudah membahayakan nyawa seseorang, nyawa siapa pun, itu adalah kejahatan," ujar dia.

Seusai Jenguk Wiranto Jokowi Minta Kapolri Perbaiki Prosedur Pengamanan Pejabat Negara

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved