10 Perusahaan Investasi Ilegal "Bermain" di NTT, Polda Mengaku Belum Ada Laporan Korban

Sebanyak 10 perusahaan Investasi ilegal "Bermain" di NTT, Polda NTT mengaku belum ada laporan korban

10 Perusahaan Investasi Ilegal
POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO
Dirkrimsus Polda NTT Kombes Pol Drs Heri Tri Mariyadi

Sebanyak 10 perusahaan Investasi ilegal "Bermain" di NTT, Polda NTT mengaku belum ada laporan korban 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mensinyalir ada sepuluh perusahaan investasi ilegal yang "bermain" di wilayah NTT. Sepuluh perusahaan investasi ilegal tersebut, menurut OJK NTT berpotensi merugikan masyarakat sehingga harus menghentikan kegiatan usahanya. 

Sepuluh perusahaan investasi ilegal berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Waspada OJK pada 2018 terdiri dari PT Investasi Asia Future, Reksa Visitindo Indonesia, Indotama Future, Recycle Tronic.Selain itu ada MIA Fintech FX, Berlan International Teknologi, Dobel Network International (Saverion), Aurum Karya Indonesia, Zain Tour and Travel serta PT Whatsapp Indonesia.

Rumah Pegawai Imigrasi Kupang Disatroni Pencuri, Diduga Oknum Polisi dan Rekan Korban Terlibat

Namun, selain sepuluh perusahaan tersebut, OJK NTT menyatakan masih ada banyak  investasi ilegal dengan iming suku bunga yang tidak wajar. Sehingga menurut OJK NTT, masyarakat perlu terus diedukasi agar dapat memilih investasi yang aman. 

Namun demikian, berdasarkan data Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTT, hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan mengenai korban investasi bodong atau investasi ilegal. 

Pasca Penusukan Wiranto, TNI Evaluasi Pengamanan Jokowi, Masih Bolehkah Rakyat Bersalaman

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTT Kombes Pol Heri Tri Mariyadi kepada POS-KUPANG.COM pada Kamis (10/10/2019) mengatakan hingga kini belum ada laporan dari korban tentang investasi bodong. 

"Sampai saat ini belum ada laporan dari korban tentang investasi ilegal," ungkapnya. 

Namun demikian, perwira dengan tiga melati ini menghimbau masyarakat NTT agar tetap hati hati dalam melakukan investasi. Apalagi jika investasi tersebut tampak menjanjikan keuntungan yang tidak wajar. 

Ia juga menyebut, jika dilihat dari modus biasanya terkait penipuan MLM dari badan usaha yang menjanjikan laba yang menarik atau berhubungan dengan arisan bodong. 

"Ya untuk ini pengawasannya oleh OJK, tetapi masyarakat harus tetap hati hati," ujar tamatan Akpol 1992 ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved