Swasti Sari Buat Berbagai Kelompok Binaan Bidang Pertanian, Luasnya Lebih Dari 300 Ha

KSP Kopdit Swasti Sari mendorong pengembangan sektor rill anggotanya melalui pertanian dengan membentuk kelompok binaan bidang pertanian

Swasti Sari Buat Berbagai Kelompok Binaan Bidang Pertanian, Luasnya Lebih Dari 300 Ha
ISTIMEWA
GM KSP Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan kunjungan kelompok binaan di Rote Ndao. 

POS-KUPANG.COM |KUPANG - Sudah dua tahun ini Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Swasti Sari tidak hanya berfokus pada pelayanan simpan pinjam saja tetapi juga mendorong pengembangan sektor rill anggotanya melalui pertanian dengan membentuk kelompok binaan.

"Tahun ini baru digarap sekitar 13 hektar dan rencananya tahun 2020 diperluas dengan sasaran komoditi pertanian bawang sekitar 50 hektar, semangka sekitar 45 hektar, sayur 65 hektar, jagung 100 hektar dan padi sekitar 60 hektar untuk uji coba di beberapa cabang di wilayah kerja Kopdit Swasti Sari," jelas General Manajer (GM) KSP Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan, Selasa (8/10/2019).

Yohanes mengatakan KSP Kopdit Seasti Sari tengah mendorong pengembangan usaha anggota yang berhubungan langsung dengan kegiatan perekonomian anggota di setiap kantor cabang.

"Penggarapan sektor rill ini sesuai dengan usulan dari setiap kantor cabang dan masuk dalam Rencana Kerja dan Rencana Anggaran (RKRA) tahun buku 2020," ucapnya.

Yohanes mengatakan, saat ini dimulai dari kelompok tani binaan Kopdit Swasti Sari Cabang Sumba Barat Daya (SBD) dan Cabang Rote Ndao.

Di Cabang SBD, para petani mulai menanam jagung di ratusan hektar dan juga mengembangkan usaha tanaman padi. "Dimana tanaman padi baru mulai dilakukan tahun ini dan akan dibentuk kelompok tani tanam padi anggota Kopdit Swasti Sari," jelasnya.

Sedangkan di Cabang Rote Ndao, lanjutnya, dimulai dengan menanam sayur mayur untuk kebutuhan masyarakat setempat. Kelompok diberikan pinjaman koperasi.

"Minggu lalu kami sempatkan mengunjungi Kelompok Tani Binaan Kopdit Swasti Sari di Rote Ndao. Ada yang tanam bawang, semangka dan sayur mayur yang sudah dipanen dua kali. Umur bawang dan semangka sudah sekitar tiga bulan, sudah dipanen. Namun, usaha kelompok tani tergolong masih kecil, sehingga perlu dikembangkan yang lebih besar," ujarnya.

General Manager Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan
General Manager Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan (POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO)

Ia menjelaskan untuk pemasaran ada pedagang yang mengambil untuk dipasarkan di Ba'a Rote dan di Kupang.

"Kedepan sasaran pasar langsung difasilitasi oleh Kopdit Swasti Sari untuk menghindari tengkulak-tengkulak dan rentenir. Dan tidak merugikan anggota dan tidak bermain harga, betul membantu anggota Kopdit Swasti Sari yang taraf ekonomi rumah tangga masih dibawah standar, kurang mampu," jelasnya.

Buka Outlet Toyota di Labuan Bajo, Warga Makin Gampang Miliki Mobil

Pada tahun 2020, kata Yohanes, paling tidak satu kelompok tani berjumlah 10 orang anggota, dengan luas lahan mencapai puluhan hektar. Usaha ini akan dikembangkan di semua cabang yang tersebar di kabupaten/kota dengan melirik sektor pertanian, komoditi, ternak dan nelayan.

Menurutnya, semuanya akan dimasukan dalam RKRA tahun buku 2020 Kopdit Swasti Sari.
"Manager-manager cabang juga diminat untuk melihat potensi yang ada di masing-masing wilayahnya. Sudah ada manager-manager cabang yang mengusulkan potensi daerah untuk kembangkan," ujarnya. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved