Era Digital Turut Pengaruhi Kasus Kekerasan Terhadap Anak

era terkini hak anak dan perempuan semestinya sudah tidak ada perbedaan dari sisi perlakuan kehidupan setiap hari.

POS KUPANG/MAKSI MARHO
Owner Oceania World Travel, Yohanes Rumat, SE 

Era Digital Turut Pengaruhi Kasus Kekerasan Terhadap Anak

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Era digital turut mempengaruhi kasus kekerasan terhadap anak di NTT. Karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi V DPRD NTT,Yohanes Rumat,SE, Rabu (9/10/2019).

Menurut Yohanes, perkembangan teknologi atau era digital saat ini sangat memengaruhi kasus-kasus kekerasan terhadap anak.

"Pemicu kekerasan anak dan perempuan ini antara lain soal era digital. Perkembangan teknologi ini tidak bisa kita hindari,hanya saja perlu pengawasan," kata Yohanes.

Dijelaskan, kekerasan terhadap anak dan perempuan di NTT terpola karena stigma anak harus taat pada yang lebih tua.

"Demikian juga perempuan dianggap di nomor duakan dari laki-laki. Dalam budaya daerah tertentu ini akan menjadi persoalan yang dibawah-bawah dalam gaya dan cara hidup setiap hari," katanya.

Disisi lain, lanjutnya, era terkini hak anak dan perempuan semestinya sudah tidak ada perbedaan dari sisi perlakuan kehidupan setiap hari.

"Oleh karena itu kalau masih ada kelompok adat atau cara berpikir seperti ini maka solusi yang terbaik adalah fungsikan secara baik dan tepat guna kehadiran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui program-program yang menyentuh akan kebutuhan mereka," ujarnya.

Dikatakan, tentu dalam kapasitas yang lain lebih banyak kita temukan masalah kekerasan ini karena bersifat kasus dan bersifat kriminalitas.

"Kalau sifatnya kasus atau kriminalitas maka campurtangan hukum dan polisi harus lebih dominan untuk mencegah hal-hal yang dianggap biasa saja oleh kelompok penganut yang tidak menghargai hak anak dan perempuan," katanya.

Diluar pemikiran diatas, Yohanes mengatakan, tentu juga akibat dari era terbukanya informasi lewat media sosial maupun penyajian berita-berita di TV yang menampilkan keseringan tindakan diskriminasi anak dan perempuan oleh orang tertentu atau oknum menganggap ini juga trend yang patut ditiru.

Polisi akan Limpah Berkas Perkara Tahap Dua Kasus Penganiayaan Siswa SMP di Kupang

Aktivis Separatis asal Papua Benny Wenda Ajukan 6 Syarat Bertemu Presiden Jokowi, Lihat Isinya

"Padahal kalau semua orang sadar dan mengerti sajian itu untuk melarang tidak boleh berbuat seperti itu," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved