Sudah 19 Peti Jasad Pekerja Migran Lewati Bandara Frans Seda Maumere
Samp ai akhir bulan September 2019, sejumlah 19 jasad pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Flores Timur, Sikka dan Ende meninggal
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
Sudah 19 Peti Jasad Pekerja Migran Lewati Bandara Frans Seda Maumere
POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Samp ai akhir bulan September 2019, sejumlah 19 jasad pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Flores Timur, Sikka dan Ende meninggal di luar negeri dikirim melewati Bandar Udara (Bandara) Frans Seda Maumere di Pulau Flores.
“Status (pekerja migran) kita tahunya ketika terjadi masalah diusir dari tempat kerja, sakit berat atau meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Germanus Goleng, kepada pos-kupang.com, Selasa (8/10/2019) di Maumere.
Dari 19 jasad itu, tiga orang warga Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka. Kemudian empat orang asal Kabupaten Ende dan lima orang dari Flores Timur.
Pengiriman jasad TKI atau TKW meninggal di luar negeri, demikian Germanus, karena Bandara Frans Seda disinggahi pesawat jenis boeing yang bisa mengangkut jasad di dalam bagasi.
Germanus mengakui belum memiliki jumlah pasti pekerja migran ilegal asal Sikka bekerja di dalam dan luar negeri dan dalam negeri.
Untuk mengetahui keberadaan pekerja migran di setiap kecamatan di Sikka, kata Germanus, telah dibentuk Pojka Pelayanan Terpadu Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Tenaga Kerja Antar Daerah.
• Ramalan Zodiak Besok Rabu 9 Oktober 2019, Leo Emosi, Aquarius Riang, Pisces Produktif, Zodiak Lain?
• Dituntut 5 Tahun Penjara, Sofyan Basir Terkejut, Begini Kata Penasihat Hukum Soesilo Aribowo
“Pojka masih sampai di tingkat kecamatan. Tugas Pojka kecamatan mendata pekerja migran di semua desa di kecamatan setempat,” kata Germanus.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo’a)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dua-jasad-pekerja-migran-indonesia-dikirim-melalui-bandara-frans-seda.jpg)