Sejak Januari-Oktober 2019, 38 Korban Meninggal Sia-sia di Jalan Timor Raya

Sejak Januari-Oktober 2019, 38 korban meninggal sia-sia di Jalan Timor Raya

Sejak Januari-Oktober 2019, 38 Korban Meninggal Sia-sia di Jalan Timor Raya
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Kasat Lantas Polres Kupang, Iptu Ahmad Wiratma, S.Ik 

Sejak Januari-Oktober 2019, 38 korban meninggal sia-sia di Jalan Timor Raya

POS KUPANG.COM I OELAMASI - Satlantas Polres Kupang mencatat, sejak Januari-Oktober 2019 ini, kasus lakalantas di Jalan Timor Raya, Wilayah Hukum Polres Kupang sebanyak 157 kasus.

Dari total kasus tersebut, meninggal dunia sia-sia sebanyak 38 orang, luka berat 45 orang dan luka ringan 239 orang dengan kerugian material Rp 417.800.000.

Kasat Lantas Polres Kupang, Iptu Ahmad Wiratma, S.Ik menyampaikan hal ini di ruang kerjanya, Selasa (8/10/2019).

Goleng: Baru 30 Calon Pekerja Migran Mendaftar Kerja di Malaysia

Menurut Ahmad, potensi lakalantas di Kabupaten Kupang cukup tinggi. Ini karena faktor konsentrasi karena lalai maupun dampak dari konsumsi miras.

"Kalau unsur kesengajaan, saya rasa belum ada. Catatan yang ada pada kami, sejak Januari-Oktober 2019 ini, kasus lakalantas di Jalan Timor Raya, Wilayah Hukum Polres Kupang sebanyak 157 kasus. Dari total kasus tersebut, meninggal dunia sia-sia sebanyak 38 orang, luka berat 45 orang dan luka ringan 239 orang dengan kerugian material Rp 417.800.000," jelas mantan Kapolsek Kecamatan Wulanggitang, Flotim ini.

Untuk menekan lakalantas di wilayah Hukum Polres Kupang, kata Ahmad yang baru menjabat dua bulan ini, bahwa jajarannya terus melakukan operasi pengawasan sejak pagi hari. Anggota disiagakan dititik rawan kecelakaan lalulintas termasuk sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Pesan Kakanwil Kemenag NTT untuk Peserta Pentas PAI Nasional

"Kita berikan kesadaran berlalulintas. Kita kunjungi sekolah untuk sosialisasi. Pelayanan SIM, kita sampaikan juga soal tertib di jalan. Memang saya lihat potensi lakalantas di Kabupaten Kupang cukup tinggi. Ini karena faktor konsentrasi karena lalai maupun dampak dari konsumsi miras," jelas Ahmad.

Pada bagian lain, Ahmad menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 107 unit kendaraan roda dua yang menjadi korban lakalantas dibiarkan merana di area Satlantas Polres Kupang.

Pasalnya, lahan untuk mengamankan barang bukti tersebut selama ini tidak ada dan baru ditata kembali. Direncanakan lahan dibagi dua dimana satu lahan untuk mengamankan kendaraan lakalantas dan lahan lainnya untuk kendaraan yang ditilang. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved