Pelatih Persib Bandung Angkat Bicara Soal Banyaknya Laga di Liga Indonesia yang Ditunda

Sang Pelatih Persib Bandung angkat bicara soal banyaknya laga di Liga Indonesia yang ditunda

Pelatih Persib Bandung Angkat Bicara Soal Banyaknya Laga di Liga Indonesia yang Ditunda
KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHA
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts. 

Sang Pelatih Persib Bandung angkat bicara soal banyaknya laga di Liga Indonesia yang ditunda

POS-KUPANG.COM | BANDUNG - Sang Pelatih Persib Bandung angkat bicara soal banyaknya laga di Liga Indonesia yang ditunda. Pelatih Persib, Robert Rene Alberts, angkat bicara soal banyaknya laga di Liga Indonesia yang mengalami penundaan.

Robert tidak mengerti dengan situasi sepak bola Indonesia, karena di negara lain, pertandingan sepak bola tetap digelar meski agenda kenegaraan juga berlangsung.

"Coba sebut negara di Eropa yang menunda pertandingan sepak bola ketika ada pemilu di negaranya? Tidak ada. Dan kita tidak bisa mengatakan ini budaya di Indonesia," kata Robert.

Marak Aksi Massa Tolak RUU KUHP dan RUU KPK, Laga Persib Bandung Bakal Ditunda

"Saya tidak tahu tentang situasi politik di negeri ini, tetapi saya fokus dalam sepak bola, dan apapun konsekuensi yang menimpa sepak bola, kami harus menerima itu," sambung dia.

Dengan situasi tersebut, Robert bukannya mau menyalahkan pihak pengaman. Menurut Robert, masalah banyaknya laga yang ditunda karena alasan keamanan seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak dalam sepak bola Indonesia, termasuk suporter, untuk segera berbenah.

Persib Bandung Buka Peluang Pindah Kandang, Banyak Laga Berpotensi Ditunda

Artinya, Robert meminta agar semua suporter di Indonesia bisa lebih tertib dalam menyaksikan pertandingan sepak bola agar pertandingan berjalan aman dan kondusif.

Bila hal tersebut dilakukan, maka pertandingan pun tidak perlu dijaga ketat oleh pihak keamanan. Sebab, suporter, murni datang untuk menyaksikan pertandingan bukan membuat keributan.

"Suporter juga harus mengerti, kalau mereka datang ke stadion untuk menikmati pertandingan sepak bola. Bukan untuk buat keributan dengan tim lain," ujar pelatih 64 tahun itu.

"Dan ini adalah proses pendidikan yang harus dilalui, kami ingin terus main bola, bebas, tidak terikat situasi politik di sebuah negara," tegas Robert.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved